Share

SURABAYA – Untuk menarik investasi asing dan meningkatkan neraca perdagangan, Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo melakukan perjalanan dinas untuk promosi langsung ke tiga negara eropa, yakni Jerman, Itali, dan Rusia. Promosi tersebut antara lain perdagangan, pariwisata, dan investasi.

Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo menginginkan neraca perdagangan yang berimbang antara Jawa Timur-Italia. Ia mendorong penetrasi produk-produk Jawa Timur ke Italia, seperti kopi, cacao, dan furniture. Misalnya, perusahaan kopi excelso Jatim akan menawarkan varian barunya di Italia melalui Milan. Peningkatan penetrasi pasar juga untuk produk lain seperti furniture Jatim yang telah diekspor ke berbagai negara, termasuk Italia, tetapi masih melewati Bali.

“Perdagangan Jatim-Italia defisit sekitar US $ 1,43 milyar, terutama untuk impor produk sepatu dan tas, Sedangkan investasi Italia ke Jawa Timurdiharapkan bisa meningkat.Sampai dengan triwulan I tahun 2017,Ada 19 proyek dengan nilai investasi US$ 31,98 juta dari Italia telah masuk ke Jawa Timur,” ujarnya dalam jamuan makan bersama Duta Besar RI untuk Republik Italia, Cyprus, Malta dan San Marino, Esti Andayani, di Wisma Indonesia, Via Piemonte, 127 Roma.

Bidang-bidang lain, lanjut Pakde Karwo sapaan Gubernur Jatim, industri fashion, binis logam, elektronik, furniture, dan teknologi pertanian. Juga, bidang pariwisata yang dengan cepat memberikan sumber dana cepat.

”Pemprov Jatim memberikan empat jaminan Pemerintah, yaitu ijin satu pintu investasi asing maksimal 17 hari dan dalam negeri 11 hari, ketersedian listrik, tenaga kerja terampil, dan penyediaan lahan. Selain itu, keamanan yang dalam tiga tahun terakhir Jatim memperoleh penghargaan sebagai provinsi paling aman, dan Jawa Timur sekaligus sebagai barometer keamanan Nasional,” ujarnya.

Sedangkan untuk kunjungan di Jerman,Pakde Karwo menurutnya posisi ekonomi Jerman bagi Jatimsemakin penting.Di sektor primer terutama meliputi industri logam, mesin, dan elektronik. Sektor tersier dari perdagangan, reparasi,dan konstruksi. Sedangkan, sektor primer meliouyi tanaman pangan dan perkebunan.

“Pada tahun 2016 lalu, Investasi Jerman menduduki ranking 8, dengan investasi didominasi oleh sektor sekunder sebesar US $ 144,5 juta, sektor tersier US $ 10,9 juta, dan sektor primer US $ 1,3 juta,” ujarnya

Di sektor perdagangan,diungkapkannya fluktuatif dan defisit bagi Jatim, neraca perdagangannya cenderung menunjukkan trend meningkat.

Sedangkan jumlah wisatawan Jerman, pada tahun 2017 Januari sampai dengan bulan April tercatat sebanyak 701 orang. “Berbagai daerah tujuan yang dikunjungi antara lain Gunung Bromo, Kawah Ijen, dan Pantai Plengkung untuk surfing,” ungkapnya.

Ditempat yang sama Dubes RI di Berlin Fauzi Bowo menjelaskan reformasi regulasi kemudahan bisnis di Indonesia mendudukkan negeri ini menjadi salah satu top reformer di dunia.

 

Baca Juga : 18 Desa di Jember Belum Miliki Bumdes

 

“Berbagai reformasi telah dijalankan Pemerintah Indonesia, seperti pengurangan dwelling time dan penguatan kompetensi otoritas di bidang single window,Berdasarkan survey Bank Dunia,Indonesia ditetapkan ranking ke 97 dunia dalam kemudahan berbisnis, dengan target ambisius tahun 2018 depan menjadi ranking 40-an.Dan Jawa Timurmenjadi provinsi yang leading bukan hanya dalam reformasi regulasi, tetapi juga dalam ekonomi Indonesia,” jelasnya didampingi Sekretaris Pertama Fungsi Ekonomi Dhani Eko Wibowo di hadapan pengusaha Jerman.

Beda dengan kunjungan di Rusia, Pakde Karwo mengatakan untuk Investasi perusahaan Rusia Rosneft Oil Company di Tuban Jawa Timur senilai US $ 10 milyar, sejauh ini masih on the right track atau berjalan sesuai dengan perencanaan.

”Tahapan-tahapan yang dilalui, seperti feasibility study (FS) dan penyusunan basic design atau engineering sejauh ini sesuai dengan rencana,” katanya.

Sementara itu, Dubes RI di Moskow, Wahid Wahyudi menyampaikan optimismenya kegiatan bisnis forum (BF) ini, sebagai rangkaian kegiatan Festival Indonesia (FI), akan meningkatkan kerjasama Indonesia-Rusia di berbagai bidang. Apabila tahun 2016 FI dikunjungi 100 ribu pengunjung, maka pada 2017diprediksi dikunjungi 120 pengunjung.

“Dari waktu ke waktu FI semakin dikenal,didukung juga booth Indonesia,Di tahun 2016 sebanyak 30 booth menjadi 70 booth ditahun 2017,” ujarnya.

Disisi lain, Mendag Lukito menyampaikan melalui bisnis forum ini dapat meningkatkan kerjasama dua belah di berbagai bidang seperti produk-produk pertanian, minyak sawit, makanan prosesan, garmen, dan furniture, yang sekaligus didukung potensi demografi dua belah pihak.

“Kuncinya keterbukaan dan daya saing,Presiden RI telah melakukan reformasi ekonomi.Ada 15 paket kemudahan telah dibuat, seperti di bidang perdagangan, investasi, keuangan dengan inti kemudahan dalam regulasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Rusia, Oleg Ryazantsev menyambut baik BF ini, yang disebutnya sebagai milestone pengembangan kerjasama ekonomi dua belah pihak.Menurutnya beberapa tahun terakhir neraca perdagangan diakuinya turun, tetapi lima bulan terakhir menunjukkan peningkatan.

”Kerjasama bukan hanya di energi, tetapi yang lain seperti teknologi navigasi kedirgantaraan,konstruksi pelabuhan, dan pembangunan kapal lautdengan cara kemitraan dengan perusahaan lokal,” katanya. (sga)