Gelar Pasukan Pelaksanaan dan Pengamananan Angkutan Lebaran Terpadu (P3ALT) Provinsi Jatim Tahun 2017/1438 H di depan Kantor Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim

SURABAYA – Pasukan Pelaksanaan dan Pengamanan Angkutan Lebaran Provinsi Jatim Tahun 2017 diminta agar melakukan check dan rechek terhadap kendaraan dan personilnya. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pemberian layanan kepada masyarakat. Hal ini disampaikan Gubernur Jatim Dr. H. Soekarwo saat menjadi Inspektur Upacara Gelar Pasukan Pelaksanaan dan Pengamananan Angkutan Lebaran Terpadu (P3ALT) Provinsi Jatim Tahun 2017/1438 H di depan Kantor Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jatim, Surabaya, Senin (12/3) tadi pagi.

Menurut Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim ini, check dan recheck pasukan yang terdiri dari gabungan personil Dinas Perhubungan dan LLAJ Prov Jatim, TNI dan Polri, agar dilakukan mulai tanggal 15 Juni – 11 Juli 2017 atau H-10 sampai dengan H+5 yang merupakan jadwal resmi dalam pelaksanaan dan pengamanan angkutan lebaran tahun 2017.

“Pelayanan terbaik tetap harus diberikan pada hari-hari di luar tanggal itu, sebagai wujud kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dalam kegiatan check dan recheck antara lain semua persyaratan kelaikan jalan, kondisi kendaraan, kondisi pengemudi, serta personil pelayanan, baik pada transportasi  laut, udara, maupun darat, termasuk kereta api,” katanya.

Pemprov Jatim, lanjut Pakde Karwo, sangat menggantungkan pemberian layanan kepada P3ALT ini karena menjadi manifestasi kehadiran perwakilan pemerintah di jalan, khusunya pada saat hari lebaran.

 

Baca Juga : Tim Saber Pungli Polrestabes Surabaya Tetapkan Karyawan BPN Surabaya II Tersangka

 

“Citra terhadap pemerintah yang melayani  terlihat dari kesiapan pasukan, terutama dipengaruhi disiplin checking terhadap kendaraan dan personilnya dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Penyelenggaraan Gelar P3ALT Provinsi Jatim tahun 2017/1438 H ini, lanjut Pakde Karwo penting untuk memberikan jaminan pelaksanaan angkutan lebaran mudik maupun balik berjalan dengan baik serta sekaligus pemberian jaminan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

“Kepastian layanan yang baik  itulah yang ditunggu masyarakat dan harus dilakukan oleh kita semua,” tukasnya.

Pakde Karwo berharap kepada penegakan hukum atau law enforcement agar menggunakan cara humanis dalam melakukan penindakan pengguna jalan. Pada dasarnya penegakan hukum tidak perlu dengan kekerasan dan sikap anarkhis, tetapi bisa dilakukan secara humanis.

“Kepada semuanya, dalam melakukan penegakan hukum, diharapkan menggunakan pendekatan secara humanis, tetapi tetap memberikan kepastian penegakkan hukum,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, upacara Gelar Pasukan Pelaksanaan dan Pengamanan Angkutan Lebaran Terpadu Provinsi Jatim Tahun 2017 ini diikuti 1 peleton anggota Denpom, 1 peleton Polrestabes Surabaya, 1 Peleton gabungan eselon IV Dinas dan UPT Dishub dan LLAJ Prov. Jatim, 1 peleton UPT/Terminal, 1 peleton Dishub Surabaya, 1 peleton Dishub Sidoarjo, 1 peleton Gabungan Dishub kabupaten/kota, 1 peleton KPLP, 1 peleton Basarnas, 1 peleton Angkasa Pura, 1 peleton PT. KAI, 1 peleton PT. Pelindo, 1 peleton PT. Jasa Raharja, 2 peleton Satuan Kendaraan Bermotor Roda Dua dan Roda Empat. (sga/ron)