Surabaya – Kekompakan Kepala Daerah dan Ulama menjadi kunci agar Pulau Madura bisa maju di segala bidang mulai pembangunan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kekompakan tersebut bisa diwujudkan dalam banyak hal.  Hal ini disampaikan Gubernur Jatim, Dr. H. Soekarwo didampingi Wakil Gubenur Jatim Saifullah Yusuf saat Haul Akbar H. Ach. Zaini Bin RH. Abdul Adim ke 46 di Blega, Kabupaten Bangkalan, tadi siang.

Pakde Karwo sapaan akrab Gubernur Jatim ini mengatakan, wujud kekompakan antara Kepala Daerah dan Ulama bisa diwujudkan dalam perumusan semua kebijakan yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat. “Syarat kesuksesan kemajuan sebuah daerah, khususnya di Madura 50 persennya ditentukan oleh keputusan bersama Kepala Daerah dan Ulama,” katanya.

Dijelaskan, kekompakan bisa menciptakan rasa aman dan nyaman. Dengan adanya empat pilar plus yakni Kepala daerah, TNI, POLRI dibantu kepala desa dan ulama, stabilitas keamanan di Madura bisa tercipta. Hal ini sudah terbukti di Madura suasananya sangat bagus karena ada kerjasama empat pilar plus ini. “Keamanan dan kenyamanan itu, menular ke kabupaten kota lain sehingga Jatim diberikan penghargaan provinsi paling aman dan nyaman selama tiga tahun berturut-turut,” jelasnya.

Disisi lain, Pakde Karwo meminta bupati di empat kabupaten di Pulau Madura  untuk menyediakan lahan seluas 2.500 ha per kabupaten untuk meningkatkan hasil pertanian di Pulau Madura. Rencananya, lahan tersebut akan ditanami jagung dan tebu. “Apabila di Madura disediakan lahan seluas 10 ribu ha maka bisa menjadi penyumbang hasil pertanian yang besar bagi Jatim,” katanya.

Ditambahkannya, selama ini, lahan di Madura pesisir utara yakni dari Arosbaya sampai dengan Sumenep banyak lahan yang masih kosong dan belum dimanfaatkan untuk pertanian. Apabila semua bupati menyepakati maka bisa ditanami jagung dan tebu. “Kalau disetujui, pembiayaan akan dibantu oleh Pemerintah Provinsi. Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provinsi, 30 persennya untuk Madura,” pungkasnya.(sga)