BONDOWOSO – Seorang oknum pendamping PKH Desa Tarum, Kecamatan Prajaken berinisial D dilaporkan ke Panwaskab Bondowoso oleh tim relawan Gus Ipul- Mba Puti, dan relawan Dhafir-Dayat, Selasa malam (26/6).

Alasannya, oknum tersebut diduga melakukan intimidasi kepada warga untuk mencoblos salah satu paslon Pilgub dan Pilbup, yakni Paslon nomer urut satu Khofifah-Emil, dan Salwa-Irwan.

Luluk Haryadi, salah satu tim pemenangan Gusti dan Dhafir-Dayat Kecamatan Prajekan, dikonfirmasi usai melakukan pelaporan ke Panwaskab, menerangkan, pelaporan ini juga berangkat dari keresahan warga yang meluapkan keluh kesahnya pada tim relawan. Bahwasanya, oknum pendamping PKH tersebut mengarahkan para penerima PKH untuk memilih salah satu paslon.

“Dari dulu Pileg, Pilpres juga diarahkan. Kita punya bukti, warga desa siap memberikan keterangan. Kalau calon ini jadi, maka PKH bisa terealisir atau bisa terus. Kalau calon ini nggak jadi maka mereka menyaampaikan tidak bisa berbuat apa-apa. Bentuk intimidasinya seperti itu,”jelasnya.

Ia mengaku bahwa pihaknya telah mengantongi bukti dan siap mendatangkan saksi sesuai dengan permintaan dari Panwaskab Bondowoso.

Sementara itu, Fricas Abdillah, Ketua Panwaskab Bondowoso, menerangkan, bahwa pihaknya masih sebatas mengkonfirmasi sejauh mana laporan itu memenuhi syarat sebagai laporan. Karena memang proses sebuah laporan itu harus dilaporkan oleh orang yang memang hadir atau mendengar, menyaksikan langsung proses yang katanya itu dugaan.

“Masih belum makanya kami menyaranan dan memastikan bahwa syarat formil dan materil bisa dilengkapi. Karena apa yang saya sampaikan tadi bahwa pelapor itu harus menyaksikan dan mendengarkan langsung kejadian yang akan dilaporkan,”tuturnya.

Menurutnya, Panwaskab akan memberi waktu selama sekitar tujuh hari untuk bisa mendatangkan pelapor yang berada di lokasi kejadian.
“Masa Kadaluarsanya tujuh ahri,”pungkasnya. (och)