Share

BONDOWOSO – Sinyal bahaya kembali terjadi di gunung api objek wisata Kawah Ijen Banyuwangi. Ada gas beracun yang muncul dari dasar kawah.

Pengunjung objek wisata Kawah Ijen Banyuwangi di tahun 2023 ini, perlu kewaspadaan yang tinggi.

Selain rawan longsor, objek wisata Kawah Ijen Banyuwangi juga mulai mengeluarkan gas beracun. Sementara, waktu keluarnya tidak menentu.

Pihak pengelola objek wisata Kawah Ijen Banyuwangi mulai merubah jadwal pendakian. Awalnya pukul 01.00 dini hari, kini diganti pukul 04.00 menjelang subuh.

Dengan jam itu, wisatawan objek wisata Kawah Ijen tidak bisa menyaksikan keindahan sunrise untuk sementara waktu. Sampai keadaan normal kembali.

Bahkan, untuk berkunjung ke Blue Fire juga belum bisa dilakukan. Sebab kondisinya masih membahayakan.

Hal ini dialami oleh wisatawan bernama Washil asal Sumenep, Jawa Timur. Menurutnya, para wisatawan objek wisata Kawah Ijen diimbau memakai masker gas saat hendak mendaki.

Masker tersebut telah disediakan di pintu pendakian kawah Ijen. Dengan harga sewa Rp 25 ribu.

Penggunaan ini dimaksudkan untuk mengantisipasi adanya gas beracun yang masuk dalam tubuh.

Baca Juga : Tega, Putri Kandung Gugat Ayahnya untuk Minta Harta Warisan ke Pengadilan Agama Situbondo

Selain itu, kondisi embun dan kabut juga masih menyelimuti objek wisata Kawah Ijen. Hal ini disebabkan karena masih musim penghujan.

Kabut itu paling sering datang diatas pukul 9 pagi. Jadi, para wisatawan Kawah Ijen bisa menikmati pemandangan sekitar tiga jam.

Bahkan, menjelang siang, sekitar pukul 10.00 gerimis hujan mulai datang. Para pengunjung kawah Ijen disarankan untuk turun sebelum pukul 12.00 siang.

Dari segi kedinginan, paling menyengat terjadi sekitar pukul 00.00 dini hari sampai pukul 05.00 pagi.

Kalau sudah memasuki pukul 06.30, suhu dingin mulai berkurang. Apalagi sambil mendaki, tidak terasa dinginnya.

Sepanjang jalan pendakian, wisatawan tetap waspada longsor susulan dan pohon yang rentan tumbang. (abr)