Share

PROBOLINGGO – Seluruh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo bersama PC GP. Ansor Kota dan Kabupaten Probolinggo menggelar Sholat Ghoib, Dzikir dan do’a bersama sebagai bentuk keprihatinan adanya penistaan genosida kemanusiaan yang menimpa etnis minoritas Muslim Rohingya di Negara Myanmar. Acara digelar siang tadi dihalaman gedung Pemkab Probolinggo yang lama di jalan raya Dringu, dihadiri oleh DPW Ansor Jatim juga Hasan Aminuddin, anggota DPR RI Komisi VIII, selaku ketua Mustasar NU dan penbina Ansor Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo.

Seusai acara, Hasan Aminuddin kepada sejumlah insan pers mengatakan, do’a adalah bagian dari sebuah kegiatan, sebuah gerakan yang merupakan amaliah NU. Do’a itu bagian dari amaliah para sesepuh dan pendiri NU yang harus dilakukan oleh warga NU setiap adanya kejadian apapun.

“Karena ini menyangkut Negara diluar Negara Indonesia, sebagaimana yang saya sampaikan tadi, kita hanya bisa mendo’akan. Melakukan gerakan yang lain itu bukan gerakan NU,” terang Hasan.

 

Baca Juga : Perkuat Organisasi, PC NU Bondowoso Lakukan Turba

 

Lebih lanjut Hasan Aminuddin mengatakan, menyikapi kasus penistaan kemanusiaan di Negara Myanmar, pemimpin kita H. Joko Widodo, Presiden RI sudah melakukan kegiatan mengutus Menteri Luar Negeri atas nama bangsa Indonesia terhadap penistaan kemanusiaan yang berada di Myanmar.

“Saya atas nama Mustasar NU Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo, serta pembina Ansor Kota Kraksaan dan Kabupaten Probolinggo mengintruksikan kepada seluruh ranting dan anak ranting untuk melakukan gerakan do’a di khususkan kepada Myanmar yang terjadi sebuah penistaan antar manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, bukan karena persoalan agama, namun mutlak karena persoalan dunia,” ungkapnya.

Disinggung terkait berita hoax, Hasan Aminuddin atas nama anggota DPR RI berharap kepada Presiden RI, dalam hal ini melalui pembantunya, yakni Kapolri melalui jajarannya hingga ditingkat paling bawah (Polsek) untuk mengusut tuntas.

 

“bila perlu menangkap penyebar berita hoax yang sangat menyesatkan dan akan mencerai beraikan warga bangsa Indonesia,”  katanya. (ufa)