Share

BONDOWOSO – Kakek Mustajib (65) kini bisa bernafas lega. Setelah janji sucinya mempersunting maryati di depan penghulu pada tahun 1977 silam sudah mendapat pengakuan dari negara.

Senyum warga Desa Mengen, Tamanan itu adalah salah-satu bukti kebahagiaan sekitar 90 pasangan suami yang kini mendapatkan buku nikah secara gratis berkat mengikuti isbat nikah yang difasilitasi oleh Ketua Fraksi PKB Bondowoso, H. Tohari.

Usai menerima buku nikah di kediaman Tohari di Desa Pakuniran, Rabu (24/11/2021), kakek dengan dua cucu itu lantas berterimakasih kepada Tohari.

“Saya banyak terimakasih kepada pak haji. Coba bukan karena ada acara ini (Sidang isbat nikah) saya tetap tak punya buku nikah,” syukurnya.

Kakek Mustajib mengungkapkan jika punya buku nikah merupakan keinginannya sejak dulu. Saat anak pertamanya membutuhkan akta kelahiran sebagai salah satu syarat saat mengenyam pendidikan. Namun, karena tak tahu mengurus ke Kantor Urusan Agama (KUA), lantas anaknya tetap tak punya akta lahir.

“Dulu pusing kalau sudah ada yang tanya soal buku nikah,” sesalnya.

Baca Juga : Alami Gangguan Jiwa, Warga Situbondo Bakar Rumahnya Sendiri

Belajar dari penyesalan yang lalu, akhirnya ia tergugah mengikuti acara sidang isbat nikah yang didengarnya akan dilakukan di rumah H. Tohari. Yang tak lain merupakan salah seorang anggota DPRD di wilayah setempat.

“Makanya setelah tau ada kabar dari pak Kades, jika ada acara nikah itu. Saya semangat ikut,” urainya.

Muatajib yang kesehariaanya bekerja memperbaiki alat-alat elektronik itu makin bersyukur, sebab selain diuruskan buku nikahnya, surat-surat administrasi lainnya seperti KTP dan KK baru juga diuruskan.

“Tadi buku nikah tak boleh dibawa pulang. Ternyata katanya akan dijadikan rujukan saat hendak membuat KTP dan KK saya yang baru,” ucapnya riang.

Di konfirmasi terpisah, H. Tohari menyebut bahwa kakek Mustajib adalah peserta tahap pertama sidang isbat nikah yang diinisiasi olehnya lewat pokok pokirannya sebagai anggota DPRD.

Dalam pelaksanaanya, Tohari melibatkan Pengadilan Agama, Kantor Urusan Agama dan Dinas Pendudukan dan Cacatan Sipil.

“Dari 102 pasang suami isteri yang ikut, baru 90-an peserta yang selesai. Sisanya masih proses. Alhamdulillah. Yang tahap 2 ini ada 24 pasang” tutupnya. (abr)