Share

 

BANYUWANGI – Puluhan nelayan di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, melakukan penolakan kebijakan yang diberlakukan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pujiastuti. Pasalnya, kebijakan itu dianggap nelayan tidak pro rakyat.

Hal serupa juga dilakukan nelayan yang tinggal di Desa Grajagan, Kecamatan Purwohajo, Banyuwangi. Ratusan warga memasang sepanduk di berbagai titik, mulai lepas hutan Grajagan hingga ke wilayah pantai.

Kebijakan yang menuai protes keras nelayan terkait larangan penangkapan baby lobster yang diatur dalam Peraturan Mentri (Permen) Nomor 1 dan Nomor 2 tahun 2015. Protes tersebut di karenakan benur lobster selama ini menjadi sumber penghidupan warga sekitar.

 

Warga memasang spanduk sebagai bentuk protes yang bertuliskan “Nelayan sengsara karena Susi, turunkan Susi dari jabatannya”. Setidaknya ada 10 sepanduk yang dipasang di sepanjang jalan di depan pertokoan dan jalan umum yang menuju pantai Pancer.

 

Baca Juga : Perhutani : Kami Tak Semena-mena Tanah yang Menjadi Hak Warga

 

Kordinator aksi, Sutopo mengatakan bahwa pemasangan spanduk ini sebagai bentuk protes nelayan dan berharap Presiden Joko Widodo segera mencopot Susi Pudjiastutik dari jabatannya. Itu karena kebijakannya dianggap tidak bisa mensejahterakan, justru menyengsarakan nelayan.

“Pasang sepanduk ini dilakukan sebagai dukungan para nelayan yang saat ini ke Jakarta untuk membicarakan masalah kebijakan ini dengan pihak istana,” ujarnya.

Dia bersama nelayan lainya berharap, persiden melalui pihak kementerian bisa mencabut Permen Nomor 1 dan Nomor 2 tahun 2015, dan memberikan solusi tentang kebuntuan ekonomi yang sedang dialami warga pesisir selatan Banyuwangi. (mam/ron)