Share

BONDOWOSO – Lapas Klas IIB Bondowoso terus memberikan pemberdayaan kemandirian dan kepribadian bagi para warga binaan pemasyarakatan (WBP). Kali ini, sejumlah narapidana dibekali keterampilan di bidang salon kecantikan dan potong rambut, dengan menjalin kerjasama dengan salah satu pengusaha barbershop terkenal di Kota Tape.

Kalapas Bondowoso, Sarwito menjelaskan, keterampilan potong rambut diberikan agar para WBP dapat mandiri dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari saat bebas dari masa hukuman nanti.

” Sebenarnya tujuan awal adalah memberikan bekal kepada warga binaan agar setelah selesai menjalani pidana, ia dapat menerapkan keterampilan yang didapat di lapas,” katanya saat dikonfirmasi, Senin (10/1/2022).

Selain itu, dengan memiliki usaha mandiri, diharapkan mereka tidak mengulangi lagi perbuatan melanggar hukum. Terutama di saat kondisi serba sulit, mereka bisa memanfaatkan keterampilan yang diberikan selama berada di balik jeruji besi lapas.

” Intinya adalah tujuan akhirnya tidak lagi mengulangi perbuatan melanggar hukum. Karena posisi sekarang serba susah apalagi di tengah pandemi,” terang Sarwito.

Adapun, para napi yang dibekali keterampilan potong rambut, lanjut Sarwito, adalah mereka yang telah menjalani minimal setengah masa pidananya.

Baca Juga : Kosultasi ke Pemprov, Raperda Inisiatif DPRD terkait Pesantren Diminta Direvisi

Kedua, kasus-kasus yang tidak menjadi perhatian masyarakat umum. Dan ketiga, ada kemauan dari WBP untuk apapun yang diberikan oleh lapas diikuti agar dengan baik.

” Ini selaras dengan sistem pemasyarakatan. Kita dalam pembinaan kan ada petugas pembina, ada warga binaan yang dibina dan ada masyarakat yang turut serta dalam pembinaan,” lanjutnya.

Sementara itu, Miftahul Huda, salah satu napi yang mendapatkan pembekalan mengaku senang dengan program yang diberikan lapas. Selain potong rambut, dia juga mendapatkan pembekalan kerajinan tangan, kaligrafi dan lain sebagainya.

” Dari lapas sendiri yang ngajarin. Dari nggak bisa menjadi bisa,” katanya.

Usai menjalani masa hukuman yang tersisa tiga bulan, Huda menyebut akan memanfaatkan dengan baik keterampilan dan ilmu yang didapat selama berada di lapas. Bahkan iapun berkomitmen untuk tidak mengulangi perbuatan melanggar hukum. (abr)