Share


BONDOWOSO -Bupati Salwa Arifin membuka secara resmi Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) RPJMD 2018-2023, di Pendopo Bupati,Rabu (12/12).

Ia mengatakan bahwa musrenbang RPJMD ini dilakukan dalam rangka penajaman, penyelarasan, klarifikasi, dan kesepakatan terhadap tujuan, sasaran, strategi, arah kebijakan, dan program pembangunan daerah. Tentu hal ini sebagai penjabaran dari visi dan misi serta program pembangunan daerah yang telah diintregasikan dengan rancangan teknokratik.

“Dokumen RPJMD ini akan menjadi acuan bagi para penyelanggara pemerintahan dan para pemangku kepentingan dalam menyusun rancangan program kegiatan dalam kurun waktu lima tahun ke depan,” ungkapnya.
Bupati Salwa mengaku berdasarkan indentifikasi permasalahan telah ditetapkan 11 isu strategis pembangunan jangka menangah yang dihadapi oleh pemerintah daerah. Diantaranya :

  1. Perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan
  2. Peningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan
  3. Peningkatan nilai tambah sector pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan
  4. Pengembangan industry pengolahan dan perdagangan
  5. Pengembangan potensi pariwisata
  6. Peningkatan peluang investasi
  7. Pengembangan koperasi dan usaha mikro
  8. Penyediaan sarana dan prasarana wilayah serta infrastruktur penunjang perkeonomian
  9. Peningkatan kesejahteraan social dan pemberdayaan masyarakat
  10. Peningkatan pengelolaan lingkungan hidup
  11. Peningkatan pelayanan public dan akuntabilitas kinerja instansi pemerintan

Dalam kesempata tersebut, Bupati Salwa juga menjabarkan tentang Visi dan Misi dari pemerintahannya bersama Wabup Irwan Bachtiar Rahmat. Yakni terwujudnya Bondowoso Mandiri ekonomi, Lestari, Sejahtera, Adil, dan terdepan dalam Bingkai Iman dan Takwa (Bondowoso Melesat).
Ia juga merinci sasaran dan indikator, termasuk tujuan yang ingin dicapai di amsa kepemimpinannya lima tahun ke depan.

 

Baca Juga : Bondowoso Masuk 10 Besar Termiskin di Jatim

 

Sementara itu, Kepala UPT Data dan Pendanaan Pembangunan Bappeda Provinsi Jawa Timur, Teguh Prayitno, mengingatkan agar dalam penyusunan RPJMD berpedoman pada RPJMN 2015-2019, dan juga RPJMN teknokratik 2020-2024. Kemudian dan RPJMD Pemprov Jatim 2014-2019 dan, RPJMD teknokratik gubernur terpilih tahun 2019—2024.

“Termasuk memperhatikan RPJMD aerah lain yang berbatasan. Sehingga tercapai sinkronisasi perencanaan pembangunan baik tingkat nasional,, provinsi dan kabupaten/kota,”ungkapnya.
Tampak hadir dalam kesempatan tersebut yakni Ketua DPRD Bondowoso Tohari, Komandan Kodim 0822 Letkol Inf. Tarmuji, PJ. Sekda Agung Tri Handono.(och)