JEMBER – Bupati Jember Faida bersama IAD bertekad untuk terus meminimalisasi penderita kanker serviks dan payudara di kabupaten Jember.

Hal itu diutarakan pada saat dirinya menjadi narasumber tunggal dalam sosialisasi bertajuk Deteksi Dini Wujudkan Wanita Indonesia Bebas Kangker Servik dan Payudara di aula Kejaksaan Negeri Jember, Senin (9/10).

Menurut Faida, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Pencegahan dan deteksi dini kangker servik harus dilakukan sejak dini tes melalui IVA.

“Kita akan membuat gerakan sosialisasi yang lebih massif karena ini kegiatan pencegahan berupa sosialisasi testiva di mana dengan menggunakan BPJS testiva ini bisa gratis.”

“Pemeriksaan kangker servik dengan menggunakan asam aset yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya kangker servik,” kata perempuan yang juga seorang dokter ini.

Mantan Direktur Rumah Sakit tersebut mengatakan ciri-ciri kanker serviks stadium awal memang tidak dapat dirasakan. Bahkan hampir mustahil untuk menemukan adanya tanda terinfeksi kanker di stadium awal.

 

Baca Juga : Kopiforia, Event Ikonik yang Bondowoso Banget

 

Dikarenakan tidak ada tanda yang berarti pada tahap awal, kaum wanita disarankan untuk melakukan tes rutin seperti pemeriksaan sel HPV pada leher rahim apakah normal atau tidak.

“Prognosis (kesempatan pemulihan) yang tidak lain adalah kesempatan untuk sembuh akan sangat besar jika sel tersebut ditemukan di awal,” katanya.

“Saya apresiasi Ikatan Adyaksa Dharmakarini (IAD) yang membuat kegiatan sosialisasi tentang kangker rahim dan kangker payudara, karena kanker yang paling banyak diderita oleh perempuan di dunia termasuk Indonesia,” tambah Faida.

Menurut Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) daerah Jember Fitria Hartanto, program sosialisasi pencegaan dan deteksi dini Kanker Servik tersebut digagas oleh Ketua IAD Jaksa Agung (Pusat), untuk dilaksanakan di seluruh Wilayah se Indonesia dan dilakukan serentak.

“Wilayah Jember sendiri diikuti oleh 30 Kawawuri dan dengan narasumber dr Faida yang juga sebagai kepala daerah Jember, beserta para tim medis kesehatan,” katanya.

Fitria berharap dengan adanya sosialisasi tersebut bermanfaat bagi IAD dan masyarakat pada umumnya. “Kesadaran perempuan terhadap bahaya kanker serviks ini diikuti dengan aksi nyata yang bermanfaat bagi kesehatan mereka,” harapnya. (mam)