BONDOWOSO – Suasana lomba tari Ojung yang digelar di Aula Disparpora yang merupakan rangkaian Pekan Pemuda Bondowoso ini mulanya meriah. Namun tiba-tiba berubah menjadi tegang saat salah satu penonton mengutarakan komentar pahit tentang pelaksanaan lomba.

Komentar pahit itu keluar setelah pembawa acara meminta kepada penonton untuk memberikan komentarnya.

Kritik itu diucapkan oleh Wati. Ia seorang guru seni di SDN Bataan 01.

Dia mengungkapkan kekecewaannya lantaran muridnya tidak dapat ikut serta karena disebabkan oleh pemberitahuan dari pihak penyelenggara yang terkesan dadakan.

“Saya bangga sekali karena Bondowoso sudah mengadakam lomba ini, karena di daerah Bondowoso mungkin baru kali ini diadakan. Tapi disayangkan, menurut saya lomba ini informasinya kurang maksimal, terlalu dadakan.

Surat pemberitahuannya datang ketika pelaksanaaan lomba sudah kurang dua hari. Sepertinya panitia kurang siap dalam melaksanakan lomba,” keluh Wati.

Dirinya kemudian menyampaikan harapan kepada panitia agar bisa berbenah lagi demi melayani khususnya dalam penyebarluasan informasi.
Atas keluhan tersebut, Ririn yang berwenang dalam hal tersebut menampik komentar pahit itu.

Dia mengatakan pihaknya sudah bekerja sama dengan event organizer (EO) yang tentu sudah mempersiapkan segala hal tehnis.

“Memang kegiatan pertama kali dilakukan, dan pihak kami sudah bekerja sama dengan EO Trisula yang sudah melakukan sosialisasi dan menyebarkan brosur,” Ungkap Ririn, Kabid Pemuda dan Olahraga Disparpora Bondowoso.

Kemudian Ririn berjanji akan berbenah dan akan melakukan pembinaan kepada peserta demi meningkatkan kualitas pengetahuan akan seni ojung pada tahun mendatang.

“Tahun depan, sebelum perlombaan dimulai akan mengadakan pelatihan dulu karena ojung juga bagian dari olahraga tradisonal yang beragam jenisnya yang harus diketahui oleh peserta. Ini juga berdasarkan permintaan dewan juri,” pungkasnya. (abr/esb)