Share

BONDOWOSO – Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) beras Perum Bulog Bondowoso mencapai 12 ribu ton.

Untuk itu, Kepala Perum Bulog Bondowoso, Muhammad Ade Saputra, Jumat (9/12/2022) mengatakan, pihaknya berupaya melakukan serapan pengadaan beras meski kondisi saat ini sering hujan.

Meski hal itu menjadi salah satu kendala dan pengaruh besar bagi petani lokal, karena kondisi gabah menjadi basah saat panen.

“Penyaluran dari kantor cabang Bulog Bondowoso penjualan 12 ribu ton beras medium, ” katanya.

Baca Juga : Jumlah Dokter di Bondowoso Masih Jauh dari Proporsional

Adapun, serapan gabah di Bondowoso mencapai 80 persen sampai Agustus 2022 lalu. Sedangkan harga beras dari gudang Bulog sebesar Rp. 8,3 ribu per kg, sampai di pasar bisa mencapai Rp. 8,5 ribu

“Nah jadi untuk serapan kita kemarin sekitar 400 ton yang ada. Itu sudah dalam bentuk gabah kering giling (GKG),” lanjutnya.

Sementara, banyak pengusaha penggilingan di Bondowoso mulai dari pengusaha kecil, menengah dan besar.

“Kalau untuk besar ada tiga. Untuk menengah itu banyak. Biasanya ini untuk masuk ke Bulog kategori kualifikasi berasnya kan kurang sesuai standar inpres yang ditetapkan, ” bebernya.

Untuk menstabilkan harga, Bulog bekerjasama dengan Diskoperindag setempat untuk melakukan operasi pasar pada Juni lalu. Sehingga, pihaknya menggunakan strategi untuk melakukan penetrasi pasar agar beras Bulog dapat meredam harga di pasar.

“Mekanismenya, melakukan kerjasama dengan kepala lima pasar di Kabupaten Bondowoso untuk mengisi stok yang ada di toko retail, ” pungkasnya. (abr)