BONDOWOSO – Siswa Madrasah Sanawiyah Negeri (MTsN) 03 Bondowoso yang ada di Desa Kerang, Sukosari, memilih keluar dari sekolah karena merasa mendapatkan perlakuan kasar dari salah seorang guru saat mengikuti proses belajar-mengajar.

Hendra, Siswa kelas 8 itu mengatakan, dirinya pernah ditempeleng oleh gurunya karena dianggap melakukan pelanggaran berat sebab tidak masuk sekolah. Padahal menurutnya, pelanggaran yang dilakukan tidak fatal. Saat ditanya oleh guru yang bersangkutan dia mengakui sudah menjawab secara jujur atas kesalahannya bahwa tidak sekolah karena tidur.

“Karena tidak masuk sekolah, saya ditampar dan diisukan mau dikeluarkan dari sekolah oleh Buk Yosi. Waktu itu sebelum ditampar Saya ditanya mengapa tidak masuk sekolah oleh dia. Ia saya jawab dengan jujur, tidak masuk karena tidur, pas kemudian Saya ditampar,” Ungkapnya, Rabu (5/2/2020).

Sementara Kepala Sekolah MTsN 03 Bondowoso, Santoso, menjelaskan, pihaknya belum mengetahui disekolahnya telah terjadi tindakan kekerasan terhadap salah seorang siswanya yang saat ini sudah keluar dari sekolah.

“Saya tidak tahu kalau sudah ada tindakan penamparan di sekolah ini, nanti Saya akan segera memanggil guru yang bersangkutan,” Jelasnya.

Santoso mengaku, jika dirinya masih baru pindah menjadi kepala sekolah di MTsN 03 Bondowoso.

 

Baca Juga : Nyamuk Aedes Aegypti Mulai Mewabah, Dinkes Lakukan Fogging

 

Menurutnya, disekolah yang ia pimpin sebelumnya sudah sering dilakukan sosialisasi kepada guru-guru sekolah, agar jangan sampai ada tindakan kekerasan saat aktivitis belajar mengajar berlangsung.

“Apa bila itu benar terjadi, saya selaku kepala sekolah mohon maaf. Guru yang bersangkutan saat ini tidak ada di sekolah karena masih mengajar di sekolah lain,” Tambah Kepala Sekolah.

Sementara Nurul Jamal Habaib, Kuasa Hukum anak siswa tersebut juga mengatakan, karena orang tuanya merasa tidak terima, kemaren meminta bantuan kepada LBH Abu Nawas meminta pendampingan, maka dengan sigap tim dari NJH segera mendatangi sekolah tersebut dengan masksud untuk mengkonfirmasi kebenarannya. Namun yang bersangkutan tidak ada di tempat.

“Saya sebagai kuasa hukum Hendra dan orang tuanya akan mendampingi segala upaya yang akan di laksanakan, dari proses pemindahan siswa itu dari sekolah atau permintaan proses secara ke jalur hukum,” Pungkasnya. (abr)