BONDOWOSO – Sebanyak lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Bondowoso tengah diajukan ke Bupati untuk uji coba pembelajaran tatap muka.

Lima sekolah itu di antaranya yakni SMP 1, SMP 3, SMP Wringin, SPM 1 Prajekan dan SMP 2 Maesan.

Menurut Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bondowoso, Haeriyah Yuliati, pihaknya sudah melayangkan surat ke bupati minggu kemarin. Tetapi sampai saat ini belum ada jawaban.

“Dinas tak akan menyelenggarakan, jika tak ada izin tertulis dari bupati maupun Satgas Covid-19,” tegas wanita yang juga menjabat Kepala Diskominfo Bondowoso itu.

 

Baca Juga : Masyarakat dan ASN Serbu Bazar Pangan Murah Bondowoso Hingga Picu Kerumunan

 

Ia memastikan bahwa dalam skema uji coba itu diikuti kesiapan protokol kesehatan yang matang. Baik sarana dan prasarana, kesiapan tenaga pendidik dan seluruh elemen sekolah.

“Jadi itu yang harus dipersiapkan. Kalau sekolah sudah betul-betul siap. Tinggal menunggu izin dari Satgas dan bapak bupati,” imbuhnya.

Hingga saat ini, keputusan dari Bupati belum turun. Dirinya meyakini bahwa memang bupati memerlukan waktu untuk mengkaji itu. Termasuk dibicarakan dengan Satgas Covid-19.

“Apakah sudah memungkinkan untuk uji coba. Jika tak mendapatkan izin dinas tak akan memaksakan,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya nanti, lanjut dia, tentu sesuai Prokes Covid-19. Yakni tidak lebih dari 50 persen, dari kapasitas kelas.

“Pelaksanaan uji coba pembelajaran tatap muka mungkin dilakukan dengan cara sesi. Kita lebih mementingkan keselamatan, dirapada yang lain. Toh pembelajaran bisa dilakukan secara daring. Tapi kalau kesehatan tak bisa ditawar,” tutup Haeriyah.(och)