BONDOWOSO – Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mendorong pemerintah daerah Bondowoso mengambangkan desa wisata berbasis kopi.

Ia menilai desa wisata menjadi salah satu program yang tengah digencarkan, yang melalui program desa wisata bisa menyerap tenaga kerja yang banyak. Di samping itu, Bondowoso sendiri juga menjadi salah satu penghasil kopi yang banyak dan baik.

“Itu tadi kita sudah bicara dengan Pak Bupati untuk kita membentuk desa-desa wisata yang berbasisi kopi. Melalui desa wisata kopi, kedepan bisa dibuatkan café-cafe, homestay. Terus kayak wisata agrowosata,” terangnya.

Untuk mendukung hal tersebut, kata Mendes Eko, pihaknya akan meminta BRI untuk membantu dalam melatih barista-barista sehingga kopi-kopi di Bondowoso ini bisa disajikan lebih baik dan memberikan nilai tambah yang tinggi kepada masyarakat.

Sementara itu, Bupati Amin Said Husni, menuturkan, kopi yang telah dibina sejak tahun 2011 sekarang sudah menghasilkan produk unggulan yang bukan hanya dikenal tidak hanya di bumi Nusnatara, tapi juga sudah diekspor ke Nusantara.

“Sekarang produksinya sudah mencapai tidak kurang dari 3 ribu ton per tahun, dan sepertiganya diekspor ke manca negara,” pungkasnya. (och)