BONDOWOSO – Bupati Amin Said Husni mengatakan kecanggihan teknologi saat ini membuat tempat satu dengan yang lain bisa terhubung secara otomatis hanya dalam hitungan detik. Kondisi ini sangat berbeda dulu ketika dirinya mengikuti pendidikan di pondok pesantren.

“Kalau dulu saya masih mondok, yang mau dapat kabar dari keluarga kalau sudah dikirim ini harus menunggu surat yang mau sampai paling cepat sekitar tujuh hari, ini paling cepat. Suratnya dikirim lewat pos,” kenang Bupati Amin saat bercerita pada ribuan walisantri yang hadir di acara Haul Pondok Pesantren Darul Falah, desa Ramban Kulon, Kecamatan Cerme, Sabtu (12/4).

Menurutnya, perkembangan dunia sudah sedemikian jauh berkembang, dan memberikan dampak sangat luas terhadap pola hidup, budaya, life style, dan pemahaman keagamaan.

“Ini perkembangan yang terjadi  sekarang. Apa dampaknya terhadap kita? Dampaknya adalah bahwa paham-paham keagamaan pun sekarang dengan mudahnya disebarkan lewat media sosial, lewat sarana teknologi, sarana informasi teknologi,” terangnya.

Dengan adanya media sosial, kata Bupati Amin, anak-anak kita mudah terhubung dengan temen-teman mereka dimana-mana, bahkan di seluruh dunia. Sehingga anak-anak bisa dengan mudah berkomunikasi dan dengan mudah pula bertukar pikiran. Termasuk dengan mudahnya memasukkan paham-paham.

“Makanya anak-anak kita juga dengan mudahnya menerima paham-paham, karena mereka masih dalam masa pancaroba, masih mencari identitas,” jelas Bupati dua periode itu.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi pondok pesantren, bagaimana agar memperkokoh pertahanan. Jangan sampai kebobolan, semua generasi muda harus diperkokoh aqidahnya, akhlaknya, fiqih, dan amaliahnya.

“Sehingga sekali pun terhubung dia dengan teman-temannya yang mungkin pahamnya berbeda, itu tidak akan mudah terpengaruh,” tegasnya.

Lebih jauh, kata Bupati Amin, NU dan pesantren ini adalah dua entitas yang memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga masa depan anak-anak kita, termasuk masa depan  Indonesia. Sehingga, bisa menciptakan islam yang ramah, rahmatan lil ‘alamin, atau lebih populer, disebut Islam Nusantara.

“Saya berharap pada pesantren Darul Falah, dan Ponpes yang lain untuk terus memperkuat pondasi santri dan anak-anak kita para pelajar yang ada di ponpes agar kedepan mereka menjadi pekakas yang bisa memperkuat bangunan Islam di Indonesia,” pungkasnya. (och)