BONDOWOSO – Para pejuang pemikiran Gus Dur, yang tergabung dalam
Jaringan Gusdurian Bondowoso akan menggelar Harlah KH. Abdurahmad Wahid ke 77 di Wihara Ariya Maitreya, Blindungan, Jumat (4/8/2017) malam nanti.

Kegiatan tersebut digelar sebagai bukti komitmen Jaringan Gusdurian untuk menanamkan spirit nilai dan perjuangan mendiang Wakil Presiden RI ke-4 itu.

“Tujuannya untuk melahirkan penggerak Jaringan Gusdurian yang komitmen terhadap nilai dan cita-cita perjuangan Gus Dur,” kata Koordinator Jaringan Gusdurian Bondowoso, Daris Wibisono.

Daris menjelaskan bahwa, Gus Dur mempunyai 9 nilai utama yang menjadi platform perjuangannya. Salah satu platform perjuangan Gus Dur adalah kearifan lokal. Menurut Daris, kearifan lokal bersumber dari nilai-nilai sosial-budaya yang berpijak pada tradisi dan praktik terbaik kehidupan masyarakat setempat. Termasuk di antaranya adalah Bhineka Tunggal Ika yang mengharuskan hidup rukun dalam perbedaan.

 

Baca Juga : Pagari Peninggalan Purba, Anak Muda Bondowoso Galang Tali Rafia

 

“Gus Dur menggerakkan kearifan lokal dan menjadikannya sebagai sumber gagasan dan pijakan sosial, budaya, politik dalam membumikan keadilan, kesetaraan, dan kemanusiaan,” paparnya.

Acara tersebut akan diisi dengan orasi perdamaian dan doa lintas iman yang akan diwakili oleh para pemuka agama masing-masing. Diantaranya adalah, Dr. H. Syaeful Bahar, M. Si mewakili Islam, Romo Heru (Katolik), Pendeta Martin(Kristen), Hermawan (Budha)dan Wayan dari agama Hindu. (abr)