Share

BONDOWOSO – Pengusaha Wajib membayar tunjangan hari raya (THR) kepada pekerja paling lambat satu pekan sebelum lebaran. THR merupakan gaji ke 13 yang seharusnya sudah masuk perencanaan keuangan perusahaan, khususnya terkait pengupahan.

Demikian disampaikan oleh Menteri Ketenaga Kerjaan Muhammad Hanif Dakiri usai membuka Seminar Naional Ketenagakejaan Dewan Riset Daerah (DRD) dengan  tema ” Peningkatan kualitas dan Produktifitas Ketenaga Kerjaan di Kabupaten Bondowoso” di Hotel Ijen View, Jumat (2/6/2017).

 

Baca Juga : Ke Bondowoso, Mennaker: Dunia Pendidikan Harus Nyambung dengan Dunia Kerja

 

Menurutnya, besaran yang diterima oleh pekerja harus sesuai dengan masa kerja. Jika pekerja atau buruh yang telah mempunyai masa kerja 12 bulan atau setahun secara terus menerus atau lebih, diberikan sebesar satu bulan gaji. Sementara pekerja atau buruh yang masa kerjanya kurang dari 12 bulan, diberikan THR  secara proposional sesuai masa kerjanya. “Kalau yang kurang dari 12 itu proporsional ya,” ungkapnya.

Dirinya memastikan bahwa kementeriannya akan memantau pembagian tunjangan hari raya ini melalui posko dan satgas THR yang memang dibentuk setiap tahunnya. Sedangkan, terkait perusahaan yang membandel, pihaknya memastikan perusahaan itu akan disanksi sesuai aturan yang berlaku. (och/esb)