SURABAYA –  Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur berhasil meraih enam penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional Tahun 2017. Penghargaan tersebut diserahkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN RB), Dr. Asman Abnur SE MSi kepada Gubernur Jawa Timur Dr. H. Soekarwo di Gelora Joko Samudro Gresik, kemarin.

Keenam penghargaan tersebut adalah untuk inovasi “HP Solusi Anak Berkebutuhan Khusus” oleh RSJ Menur Surabaya, “Layanan Jujug Desa yang Ramah (Judes)” oleh UPT Badan Pendapatan Daerah,Jombang, “Layanan Wisata Arsip untuk Anak Sekolah (WARAS)” oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Prov Jatim, “Mencegah Perdarahan Tali Pusat Dengan Kalisat (Karet Tali Pusat)” oleh RSUD dr. Saiful Anwar, Malang, “Manajemen Risiko Sanggahan dan Pengaduan Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa Sekretaris Daerah (MR SAHDU)” oleh UPT Pelayanan Pengadaan Barang/Jasa, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, dan “Inovasi PLANET KAKAO: Pengelolaan dan Edukasi Terpadu Kakao Melalui Kebun Rakyat Demi Indonesia Daulat Coklat” oleh Dinas Perkebunan Jatim.

Dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik tahun ini, Pemprov Jatim berhasil menjadi yang terbaik dari 3.054 inovasi-inovasi yang masuk menjadi peserta kompetisi, baik dari kementerian, lembaga, provinsi, BUMN/BUMD lainnya. Keberhasilan Pemprov Jatim juga diikuti sembilan inovasi dari pemerintah kabupaten/kota di Jatim yang juga mendapat penghargaan, yakni Kabupaten Banyuwangi, Probolinggo, Bojonegoro, Pasuruan, Sampang, Pamekasan, Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kota Malang.

Diterimanya penghargaan-penghargaan tersebut disambut bahagia dan penuh syukur oleh Pakde Karwo sapaan akrab Gubenur Jatim ini. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan buah kerja keras Pemprov Jatim yang terus melakukan inovasi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pelayanan publik yang berkualitas.

“Penghargaan ini menambah kepercayaan dan motivasi kami untuk semain memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat,” katanya.

Pakde Karwo berpesan kepada seluruh jajaran Pemprov Jatim agar tidak cepat puas dan terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pasalnya, meski sudah banyak kemajuan dalam bidang pelayanan publik, tetap saja ada kekurangan yang harus terus dibenahi dan ditingkatkan lagi.

“Pelayanan yang baik yang diinginkan masyarakat adalah yang sederhana, cepat, murah, pasti, transparan, dan berkeadilan. Jadi inovasi-inovasi yang kita lakukan selalu mengacu pada pelayanan tersebut. Mari terus bekerja demi kesejahteraan masyarakat, khususnya wong cilik,” ujarnya.

Dalam kesempatan sama, kepada Menpan RB, Pakde Karwo mengusulkan diskresi penanganan jalan berlubang. “Jangan didasarkan atas kewenangan, tetapi kepentingan umum,” ujarnya.

Dengan demikian, kerusakan-kerusakan jalan pada Januari-Maret dapat teratasi, sehingga tidak memunculkan istilah ‘juglangan sewu’.

“Apabila usulan ini disetujui, maka Pemprov dan Pemkab/Kota dapat membantu memperbaiki jalan-jalan rusak yang menjadi kewenangan kementerian PU yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat. Langkah tersebut, Merupakan salah satu bagian dari inovasi pelayanan publik,” pungkasnya.

 

Baca Juga : Pakde Karwo Jalani Pembaretan di Natuna

 

Sementara itu, MenPAN RB, Dr. Asman Abnur SE MSi mengapresiasi keberhasilan Jatim memborong enam penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2017 menjadi bukti bahwa Jatim merupakan barometer pelayanan publik. Karena itu, dirinya mengajak pemerintah daerah lain untuk belajar dari Jatim.

“Tidak perlu studi banding ke luar negeri, dari dulu membanding-bandingkan tapi tidak pernah selesai. Datang saja ke Jatim, lakukan studi tiru. Contoh saja pelayanan publik yang sudah bagus di Jatim kemudian terapkan ke daerah masing-masing. Semoga yang dilakukan Pakde Karwo dapat menjadi gerakan massal secara nasional,” pujinya.

Asman melanjutkan, masyarakat merindukan pelayanan publik yang baik dan berkualitas.Karena itu, saat ini pemerintah sedang gencar-gencarnya menerapkan pelayanan berbasis Teknologi Informasi (TI). Pasalnya, Ti membuat pelayanan kian transparan, lebih cepat, efektif, dan efisien.

“Ke depan, siapa yang cepat akan memenangkan persaingan. Jadi bukan lagi tergantung siapa yang besar atau kecil, dan kuat atau lemah. Pelayanan yang cepat akan mendatangkan investasi. Karena itu, solusi dan jawabannya adalah pada TI,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, penghargaan Top 99 Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Nasional Tahun 2017 juga dihadiri oleh Mensos RI, Sekdaprov Jatim, bupati/walikota se-Indonesia, Wakapolda Jatim, Pa. Sahli bid Managemen Kodam V/Brawiaya, Paban I Ren Ditum (kolonel) Kodiklatal, Kadeptek AAL, Kabag Tata Usaha Kajati, Kadeptek, perwakilan BUMN, BUMD, kementerian/lembaga, serta ribuan masyarakat sekitar.( sga)