BONDOWOSO – Sebanyak 35 atlet dirgantara melakukan fun fly paralayang di Puncak Megasari, Kecamatan Ijen, Bondowoso, Senin (16/7). Mereka berasal dari lima negara di antaranya Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Thailand, dan Indonesia.

Wahyudi, Ketua Panitia Bondowoso Ijen Fun Flying, menjelaskan, bahwa dalam event kali ini pihaknya memadukan olahraga dengan pariwata. Setiap atlet dirgantara diajak untuk menikmati sensasi terbang, yang kemudian keesokannya akan diajak mengunjungi destinasi wisata yang ada di Bondowoso.

“Kita ingin mengenalkan olahraga ini, tempat ini. Jadi puncak megasari ini tidak semua tempat punya, di Jatim itu yang ada hanya Batu dan Bondowoso,” urainya usai melakukan aksi mendarat paralayang.

Ia menjelaskan bahwa pada Ijen fun flying kali ini pihaknya terkendala akses jalan menuju lokasi take off Puncak Megasari yang sedang diperbaiki. Sehingga untuk menuju lokasi lepas landas memakan waktu satu jam, dari biasanya yang hanya perlu menempuh 30-40 menit. Tapi, atlet-atlet dirgantara, utamanya yang dari Korea Selatan, menikmati indahnya pemandangan dan hamparan tanaman kopi selama perjalanan menuju Puncak Megasari.

“Tadi yang dari Korea itu bisa lihat kopi di atas kampung Pedati dan sekitar take off,” terangnya.

Sementara itu, Ji Hun Lee, Atlet Dirgantara asal Korea Selatan, mengaku, lokasi lepas landas paralayang di Puncak Megasari sangatlah bagus. Sehingga, Ia dan sejumlah atlet dari negeri gingseng itu tidak mengalami kesulitan.

Ia pun kagum dengan keindahan alam Bondowoso, dirinya berjanji akan kembali lagi untuk berlibur bersama keluarganya di kota Tapai ini.

“Pemandangannya sangat bagus, dan saya tidak pernah kesini. Lain waktu saya ingin kembali kesini dengan keluarga saya,” jelasnya dalam bahasa Inggris. (och)