Share

Bondowoso – Jual beli bambu menjadi profesi yang banyak ditekuni oleh masyarakat Bondowoso. Harga yang ditawarkan untuk setiap lonjoran bambu bervariasi. Tergantung kepada jenis dan kualitasnya. Namun begitu, harga yang dipatok relatif masih terhitung murah.

Sunandar menjelaskan, jual beli untuk batang-batang bambu ini memiliki prospektif yang cukup bagus. Namun dia kembali menegaskan bahwa harus ada sentuhan tekhnologi agar nilai jualnya samakin tinggi. Salah satu yang bisa diterapkan dan menjadi peluang investasi adalah treatment bambu.

Menurutnya, di pasaran saat ini, harga untuk bambu jenis petung dipatok sekitar Rp 50 ribu per lonjor. Namun jika sudah ada sentuhan treatment, harganya bisa melambung jauh di atas itu. Bahkan bisa tembus di atas Rp 100 ribu per lonjor.

Treatment yang dia maksud adalah metode pengeringan, pengobatan dan pengawetan. Selama ni, masyarakat sebenarnya sudah familiar dengan metode tersebut, namun dengan cara-cara tradisional. Misalnya dengan merendam bambu di air yang membutuhkan waktu berbulan-bulan.

Padahal, kata dia, dengan sedikit sentuhan tekhnologi saja, proses treatment tersebut bisa berlangsung dengan lebih mudah dan cepat, serta dengan kualitas yang lebih bagus.

Di Bondowoso sendiri, dirinya sudah mengaplikasikan metode treatment tersebut. Dan hasilnya cukup optimal. Bambu yang dihasilkan dari metode treatment lebih tahan terhadap hama. Dengan masih banyaknya sumberdaya bambu di Bondowoso, penjualan bambu treatment ini tentu menjadi peluang bisnis tersendiri.

Sementara itu, Purno Winardi Kepala Dinas Penanaman Modal, PTSP dan Ketenegakerjaan Bondowoso, mengungkapkan bahwa pihaknya fokus meningkatkan iklim investasi di Bondowoso. Apalagi, kata dia, Bondowoso sudah memiliki payung hukum yang banyak memberikan kemudahan bagi para investor.

“Semuanya sudah diatur dalam Perbup tentang Rencana Umum Penanaman Modal Bondowoso,” ungkapnya.

Salah satu fasilitas yang diberikan kepada investor adalah jaminan kemudahan dalam proses usaha yang akan didirikan. Terkait perijinan ini, pihaknya akan memberikan pendampingan hingga unit usaha siap berjalan.

Selain itu, pihaknya juga akan memberikan fasilitasi bagi onvestor yang melirik produk-produk atau sektor-sektor unggulan di Bondowoso. Dengan menggandeng berbagai pihak di lingkungan Pemkab, lanjut Purno, pihaknya juga akan terus menggali dan meningkatkan daya saing berbagai produk-produk unggulan tersebut. Misalnya peningkatan infrstruktur dan sarana-prasarana pariwisata, serta peningkatan kualitas dan kapasitas produk pertanin dan UMKM.

“Dengan didampingi provinsi dan pusat, kita juga melakukan penguatan promosi produk dan sektor-sektor unggulan kita,” pungkasnya. (esb/bersambung)