Share

BONDOWOSO – Pemerintah Desa Ampelan, Kecamatan Wringin terus melakukan upaya dalam merubah kebiasan masyarakat yang masih Buang Air Besar (BAB) di sungai.

Salah satunya, yakni dengan membangun jamban di beberapa titik di dua dusun di kawasan tersebut menggunakan Dana Desa (DD).

Pembangunan ini pun mendapatkan apresiasi masyarakat. Karena selain memper.udah akses mandi cuci kakus bagi masyarakat. Tentu, ini juga bermanfaat dalam membantu masyarakat memberdayakan hidup lebih sehat.

Sebagaimana disampaika oleh salah seorang warga Desa Ampelan, Tobin alias Pak Nuryatik, salah seorang penerima manfaat.

Ia mengungkapkan rasa kebahagiaannya karena sudah dibangunkan jamban (WC) oleh Pemdes. Ia mengaku bahwa selama ini warga sekitar selalu ke sungai saat buang air besar (BAB).

“Alhamdulillah Pak, kami sudah dibuatkan jamban, jadi saat mau BAB tidak perlu ke sungai lagi. Karena sebelumnya saat kami BAB harus ke sungai atau di ladang,” ungkapnya Jum’at (14/4/2020) saat ditemui di lokasi.

Hal yang sama juga dikatakan Amse alias Roni bahwa saat ini sudah langsung dapat menerima manfaat dari anggaran yang turun ke Desa utamanya dana desa (DD).

“Syukur alhamdulillah kami dibuatkan jamban sehingga untuk BAB misalnya malam-malam sudah tidak ke sungai lagi. Kalau seperti ini, tentunya sangat kami rasakan manfaatnya,” tuturnya.

 

Baca Juga : Terkait Beredarnya Surat Gubernur, Ini Kata Kadikbud Bondowoso

 

Selain jamban dirinya mengaku bahwa manfaat dana desa juga dirasakan melalui pembangunan infrastruktur baik itu jalan maupun sumur Bor yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Pemdes saat ini membangun tepat sasaran, baik itu infrastruktur jalan dan juga sumur bor yang dibutuhkan masyarakat saat musim kemarau karena kekurangan air bersih. Jalan lingkungan sudah bagus, ada rabat beton dan juga paving. Manfaatnya sangat dirasakan,” imbuhnya.

Sementara itu Kepala Desa Ampelan Sunardi mengaku akan terus melakukan langkah pembangunan di desanya dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Dengan begitu masyarakat bisa menikmati hasil dari pembangunan anggaran yang turun ke Desa.

“Prioritas pembangunan tentunya yang langsung bisa dinikmati masyarakat, terutama bisa berdampak kehidupan sosial masyarakat. Sementara, untuk Jamban masih perlu berkelanjutan, karena banyak warga yang membutuhkan jamban agar Desa Ampelan bisa masuk program PDF,” urainya.

Dilain pihak, Misbahul Munir Ketua BPD Ampelan juga angkat bicara terkait pembangunan di desanya.

Ia ingin agar percepatan pembangunan yang tepat sasaran harus dilakukan. Karena hal itu bisa berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Pemdes tidak semata-mata membangun, tentunya dipikirkan asas manfaatnya. Terutama saat perencanaan, itu harus betul-betul dipikirkan secara matang. Agar pembangunan yang ada di Desa Ampelan tidak sia-sia dan bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya.(och)