Share

BONDOWOSO – Setelah kepala desa terpilih dalam Pilkades serentak dilantik pada 16 Desember 2021 lalu. Beberapa hari terakhir marak seruan ‘ganti perangkat desa’ di beberapa desa. Seruan tersebut berupa spanduk, bahkan ada juga yang melakukan aksi damai.

Seperti yang terjadi di Desa Selolembu, Kecamatan Curahdami, dan Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari. Yang melaksanakan aksi damai ke kantor desa masing-masing.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, dan Desa (DPMD) Bondowoso, Haeriyah Yuliati, menjabarkan, pemberhentian dan pengangkatan perangkat desa harus sesuai dengan regulasi, yakni Perda Nomor 1 Tahun 2020.

Karena itulah, kepala desa hendaknya harus berpegang pada regulasi agar tidak menimbulkan masalah hukum.

“Saya rasa Kepala Desa sudah faham apa yang telah disampaikan Bapak Bupati saat pengarahan dipelantikan lalu, bahwa meraka tidak bisa asal pecat perangkat desanya,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (28/12/2021).

Begitupun jika nantinya ada desakan dari warga setempat, kata Haeriyah, tentu Kades harus bijaksana menyikapi itu.

Baca Juga : Dua Nelayan Hilang Kontak di Perairan Situbondo, Salah Satunya Warga Banyuwangi

“Kalaupun ada desakan dari warga setempat, kepala desa harus bijaksana menyikapi itu dan harus bisa memberikan penjelasan pada warganya,” ungkap wanita yang pernah menjabat Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Disinggung kemungkinan ada pengaduan ke DPMD, Haeriyah mengaku sejauh ini belum ada pengaduan dari masyarakat ke dinasnya perihal pergantian dan pengangkat perangkat desa.

“Kalau pengaduan dari masyarakat secara langsung belum ada, hanya saja kami mendengar dari teman-media. Tapi sudah ditindak lanjuti, kami sampaikan pada camat untuk melakukan pembinaan,” katanya.

Ia memastikan untuk beberapa desa yang berpotensi melakukan pemberhentian atau pengangkatan perangkat desa tidak sesuai regulasi sudah dalam binaan camat.

Namun jika memang masih tetap melanggar, pihaknya siap turun langsunh untuk memberi pengarahan pada desa tersebut.

“Jika ada yang mengabaikan, kami siap untuk turun ke desa memberikan pembinaan,” katanya.

Kendati begitu, ia meyakini dari 171 Kepala Desa terpilih dan seorang Kades PAW yang baru dilantik, tidak semua akan melakukan pergantian perangkat desa.

Untuk diketahui pada pelantikan Pilkades serentak kemarin, disebutkan data dari Panitia Pilkades serentak menyebutkan bahwa dari total 171 desa yang menggelar Pilkades serentak, incumbent yang terpilih kembali hanya sekitar 70an orang saja.

Sementara jumlah kepala desa perempuan yang terpilih yakni 13 orang. Jumlah keterwakilan perempuan ini disebut meningkat dari sebelumnya.(och)