Share

BONDOWOSO – Senin (08/05/2017), masyarakat Bondowso, khususnya pengguna sosial media facebook, dihebohkan dengan postingan seseorang yang mengunggah foto di grup Suara Rakyat Bondowoso (SRB). Hal itu berkaitan dengan kedatangan sebuah gerbong di stasiun kereta api kebanggan masyarakat bondowoso pada jam 13.00 WIB.

Sepintas, tampak gerbong tersebut memang menyerupai gerbong yang selama ini memang di nantiakan kedatangannya, yaitu Gerbong Maut yang mempunyai nilai sejarah perjuangan rakyat Bondowoso saat melawan penjajah kolonial belanda. Gerbong asli itu kini berada di Malang.

Setelah dikonfirmasi kepada kepala stasiun KA, Sugeng Adiwijono, ternyata gerbong tersebut adalah gerbong bekas pengangkut pupuk urea yang didatangkan dari bengkel gerbong kereta bernama DIPO asal jember yang semula milik PT. KA Daerah Operasi Jember yang sudah tak terpakai lagi.

“Gerbong ini didatangkan dari bengkel kereta apai asal Jember. Semula gerbong itu dioperasikan untuk mengangkut pupuk urea, setelah tak terpakai lagi gerbong itu diperbaiki dan dikirim kesini,” ungkapnya kepada Memo Indonesia.

Sugeng menyampaikan, kedatangan kerbong tersebut atas permintaan dari Dinas Pariwisata, yang kemudian akan diperbaiki lebih lanjut untuk dijadikan replika gerbong maut sebagai koleksi museum Stasiun Bondowoso. Diprediksikan dalam kurun waktu satu setengah bulan lagi perbaikan gerbong replika tersebut akan selesai untuk dapat dinikmati oleh masyarakat Bondowoso.

“Saya datangkan gerbong ini atas permintan pemerintah daerah yang nantinya akan dibuat koleksi museum yaitu replika Gerbong Maut, paling tidak 45 hari lagi akan selesai,” pungkas Sugeng. (abr/esb)