Share
Gubernur Jatim Soekarwo menyampaikan sambutan di acara Rakor TP PKK Kabupaten dan Kota se Jatim 2017 di Sidoarjo.

SURABAYA – Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Soekarwo menjelaskan, Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Jatim selama tahun 2016 cukup terkendali mencapai 1,09 persen dan lebih rendah dari LPP Nasional yang mencapai 1,59 persen. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menujukkan penduduk Jawa Timur bahwa setiap 4 tahun sekali rata-rata hanya bertambah 1 juta orang.

“Hasil luar biasa ini merupakan hasil kerja keras yang dilakukan para ibu-ibu yang dipelopori PKK,” katanya usai membuka Rapat Koordinasi (Rakor) tim penggerak PKK Provinsi dan kabupaten/kota se-Jawa Timur di Sidoarjo, Rabu (17/5).

Pria yang akrab disapa Pakde Karwo ini mengatakan, keberhasilan terkendalinya LPP karena orang-orang muda pasangan usia subur anaknya tidak sampai 2 orang. Ini berkat para pasangan muda yang menjadi pekerja keras membantu ekonomi keluarga dan berdampak positif karena anaknya sedikit. Beda dengan pasangan muda yang perempuannya tidak bekerja, anaknya lebih banyak karena rekreasi jadi reproduksi.

“Hal inilah yang menjadikan pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak ada gunanya kalau LPP nya tinggi,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Gus Ipul Buat Terobosan Program Tangani Kasus Limbah B3 di Mojokerto

Pakde Karwo lebih lanjut menjelaskan, Bidang ekonomi, produk domestik regional bruto (PDRB) Jawa Timur 2016 sebesar Rp 1.855 triliun, sementara Jawa Tengah hanya Rp 1.092 triliun atau 59 persen dari Jawa Timur dan DKI Jakarta Rp 2.171 triliun. Dari jumlah PDRB Jawa Timur tersebut, 59 persen atau Rp 1.000 triliun digunakan untuk keperluan konsumsi makan minum dan non makan minum dan gaya hidup. Dengan kebutuhan kunsumsi yang besar akan meningkatkan transaksi industri di dalam negeri.

“Jadi konsumsi merupakan bagian dari penggerakan perekonomian,” jelasnya.

Menurutnya, PDRB Jawa Timur yang cukup besar 54,98 persen berasal dari industri yang didalamnya terdapat UMKM Di sektor UMKM ini banyak menyerap tenaga kerja para ibu-ibu usia prosuktif. Tahun 2016 perdagangan antar pulau Jawa Timur surplus Rp 100,56 triliun sementara pada triwulan 1-2017 perdagangan antar pulau Jawa Timur surplus Rp 45 triliun atau meningkat sekitar 100 persen dibanding periode sama 2016 sebesar Rp 23 triliun. Barang dari Jawa Timur membanjiri provinsi lain di Indonesia. Dampaknya masyarakat banyak yang membeli mobil kecil 1000 cc.

“Ini luar biasa masyarakat semakin bertambah sejahtera dan makmur karena banyak orang kaya baru,” pungkasnya.(sga)