JEMBER – Dengan menggandeng perusahaan kaliber internasional, pemerintah Kabupaten Jember membuka lowongan kerja untuk ribuan warganya. Sedikitnya ratusan warga Jember berbondong-bondong mendaftar dan mengikuti tes langsung di tempat, Sabtu, 15/04/2017. Bertempat di Gedung Serba Guna yang terletak di komplek Gor Kaliwates Jember, terlihat ratusan motor berjejer terparkir rapi di sepanjang jalan masuk menuju Gor Kaliwates. Ratusan warga, berkerumun memadati kawasan Gedung Serba Guna.

Informasi yang dihimpun Memo Indonesia, proses rekrutmen tersebut melibatkan beberapa anak perusahan di bawah naungan Lippo Group. Ada dua mall raksasa dan satu rumah sakit bertaraf internasional yang dijadikan lahan basah untuk pelamar di Jember. Ketiganya digadang-gadang sebagai tempat pekerjaan yang akan menerima jumlah pelamar dengan jumlah besar.

Saat di temui di sela-sela acara, Yudiyanto selaku panitia pelaksana membeberkan bahwa target pekerja yang dibutuhkan berkisar di angka ribuan.

Dia menjelaskan bahwa Jember Icon, yang tidak lain bangunan tertinggi yang ada di Kota Jember tersebut, memang akan menampung ribuan pekerja. Mereka semua akan terbagi ke dalam tiga ladang pekerjaan seperti Matahari, Hypermart dan Siloam Hospital. Saat ditanya tentang pendaftar, Yudi tidak memastikan berapa jumlah peserta yang telah mendaftar. Dia pun juga belum memastikan angka pendaftar yang lolos rekrutmen tersebut. Namun Yudi mengatakan bahwa untuk Matahari sendiri menargetkan 1.000 orang pekerja.

Yudi menjelaskan perkiraan untuk pendaftar yang berminat bekerja di Matahari sudah berkisar 700 orang. “Untuk Hypermart dan Siloam Hospital kami belum tentu pasti, karena masih dalam proses. Jelasnya angkanya sangat banyak,” ungkap Yudi.

Rekrutmen tenaga kerja tersebut tergolong istimewa, selain untuk mengisi lowongan yang ada, proses pelaksanaanya didukung dengan beberapa kelebihan. Bagi pendaftar yang belum memiliki KTP dan kartu kuning, pemerintah menyediakan pelayanan yang dikhususkan untuk memenuhi salah satu syarat tersebut. Melalui Disnaker dan Dispenduk, keduanya membantu memfasilitasi untuk melengkapi warga Jember yang belum memiliki KTP dan surat kuning.

Bukan sekedar persoalan syarat pelamar, teknis rekrutmen yang digelar juga memungkinkan peserta yang telah melengkapi syarat-syarat yang ada untuk mengikuti prosesi tes langsung seketika itu juga. Fasilitas lain yang tersedia di lapangan juga meliputi keamanan dan ketertiban, serta kesehatan. Hal itu dibuktikan dengan adanya beberapa aparat kepolisian, satpam, petugas Dishub, satpol pp, dan posko kesehatan dari Bina Sehat.

Di akhir yudi menjelaskan bahwa lapangan kerja yang disediakan ini memang diperuntukkan warga Jember. Dia menyebutkan porsi sebanyak 80 persen dikhususkan warga asli Jember. Sedangkan sisanya, lanjut Yudi, akan diberikan kepada warga lain daerah. “Kata Bupati, kami harus prioritaskan warga asli, sisanya baru untuk yang lain,” ujarnya kepada Memo Indonesia. (hus/esb)