BONDOWOSO – Bencana tanah longsor di Desa Brambang, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso sempat menutup
akses jalan dan mengisolasi warga sekitar. Kondisi itu menjadi perhatian Dinas PUPR Bondowoso.

Informasi yang dihimpun Memo Indonesia, longsor terjadi dan menimbun jalan penghubung di desa tersebut. Akibatnya Desa Brambang sempat terisolasi. Warga Desa Brambang dikabarkan tak dapat beraktivitas normal selama beberapa jam akibat akses jalan satu-satunya di desa tersebut tertutup tanah longsor yang terjadi Rabu dini hari sekitar pukul 02.00 (12/4/2017).

Namun, Kepala UPTD Kecamatan Tlogosari Dinas PUPR, Molyadi, mengatakan saat ini akses jalan sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat meski belum bisa kembali normal. Kendaraan harus tetap melewati dengan berhati-hati karena medan yang juga terbilang berat.

“Ada sekitar belasan personil BPBD, dan teman-teman dari UPTD PUPR Kecamatan Tlogosari serta masyarakat membersihkan bekas longsor secara gotong royong sehingga akses jalan sudah bisa dilewati meski belum normal seperti biasanya. Kerja bakti sendiri dilakukan pagi tadi sekitar 07.00 WIB hingga sekitar jam 11.00 WIB,” terang Ahmad.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR, Karna Suswandi yang langsung turun melihat lokasi Tanah longsor mengatakan, akibat dari bencana ini memang ada kerusakan yang harus segera ditangani oleh Pemerintah Daerah, baik oleh PUPR ataupun BPBD. “Longsoran yang kalau tidak ditangani akan mengakibatkan badan jalan akan terus kena longsoran. Sehingga mengakibatkan kendaraan roda empat tidak bisa melewati jalan tersebut,” kata Karna Suswandi pada awak media.

Untuk itu, Pihaknya, akan berkoordinasi dengan BPBD. Apakah kerusakan jalan dan plengsengan akibat longsor ini akan ditangani oleh BPBD sebagai bagian dari tanggap darurat bencana. Namun, Karna Suswandi memastikan, bahwa PUPR siap jika memang nanti dilimpahkan ke PUPR. “Karena bagaimanapun juga kita turun ke lapangan atas pertunjuk Bupati. Yang sering disampaikan bahwa kita ini harus memberikan pelayanan yang prima kepada masyarakat.”

Dikonfirmasi terkait anggaran yang dibutuhkan dalam memperbaiki plengsengan akibat longsor, kata Karna, jika hanya melihat kerusakan longsor saja dibutuhkan sekitar Rp 200 juta. Tapi jika melihat kerusakan-kerusakan secara keseluruhan termasuk lokasi yang rawan longsor di sekitar Desa Brambang diperkirakan dibutuhkan dana lebih dari Rp 1 miliar. (och/esb)