Share

BONDOWOSO – Sebanyak lima pelajar terjaring razia Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Kamis (31/8). Kelima pelajar itu terjaring saat sedang bermain video game di sejumlah warnet pada jam sekolah.

“Ada yang terjaring saat main game di depan Tsanawiyah, ada yang main game di belakang kampus Unibo, ada juga yang di warung depan SMP 7,” kata Abdul Manan, Kepala bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat, Satuan Polisi Pamong Praja Bondowoso.

Ia menjelaskan, selanjutnya akan dipanggil orang tua dan pihak sekolah karena ini merupakan tanggung jawab bersama antara sekolah, pemerintah dan keluarga.

“Ini upaya kita untuk memberikan shock teraphy. Tadi sudah kita lakukan pembinaan. Kemudian sudah kita buat surat pernyataan agar tidak mengulangi lagi,” jelasnya.

Ditanya apakah Sapol PP telah berkoordinasi dengan Dikbud, Manan menjawab pihaknya memiliki aturan main, dalam hal ini, menegakkan Perda. Namun dia memastikan razia ini akan disampaikan ke Dikbud agar nanti bisa dicarikan jalan keluar sebagai antisipasi.

 

Baca Juga : Jelang Idul Adha, Dispernakan Bondowoso Sidak Enam Titik Penjual Qurban

 

“Kita melakukan tugas dan kegiatan ini sesuai tupoksi kami. Sesuai dengan Perda dan peraturan Bupati. Kita melakukan ketertiban baik itu pekat maupun anak-anak sekolah,” terang Manan.

“Kalau perlu kita lakukan pembinaan bersama. Atau nanti kalau mau ke lapangan bisa melibatkan pihak dinas nanti,” tambahnya.

Dirinya mengklaim bahwa telah meminta kepada pengelola game agar pada saat jam sekolah, apabila ada pelajar yang hendak main game, baiknya ditolak.

“Cuma mereka (pelajar) sering pakek jaket dan bahkan tadi yang ditangkap itu pakek celana jins,” jelas Manan.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya beberapa kali mendapatkan informasi anak-anak yang membolos saat jam sekolah. Parahnya, di salah satu tempat main game, disinyalir juga digunakan sebagai tempat mengkonsumsi pil.

“Tapi tadi kita operasi nggak menemukan yang konsumsi pil,” pungkasnya. (och)