Share

BONDOWOSO – Setelah sebelumnya honor Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sempat tak akan dianggarkan di APBD 2022. Karena kondisi defisit.

Akhirnya, dalam Penetapan APBD 2022 pada Jum’at (17/12/2021) malam disebut telah disepakati anggaran untuk honor guru PAUD sekitar Rp 5,6 milliar.

Ini diketahui dalam laporan Badan Anggaran DPRD. Bonus terhadap hasil pembahasan Raperda tentang APBD 2022 yang dibacakan oleh juru bicara Banggar, Andi Hermanto.

Ia menjabarkan besaran tersebut dialokasikan dengan proporsi nominal sebagaimana implementasi pada APBD tahun sebelumnya.

“Selanjutnya untuk pemenuhan kekurangan anggaran dapat dilakukan pada Perubahan APBD 2022,” katanya.

Namun demikian, perlu adanya validasi data terhadap penerima honor guru PAUD. Sehingga realisasi anggaran honor PAUD sesuai dengan kebutuhan.

Senada diterangkan dalam pandangan akhir tentang APBD 2022 Fraksi PDIP, yang dibacakan oleh juru bicaranya M. Irsan Marwanda Irwan Bachtiar Rahmat.

Disebutnya, bahwa pihaknya menyetujui pembahasan persetujuan penetapan Raperda APBD 2022 dengan catatan. Yakni,
honor guru PAUD untuk sementara selama enam bulan tetap Rp
350.000

Baca Juga : Kwarcab dan Bamusi Bondowoso Terima Bantuan Pinjam Pakai Ambulance dan Sepeda

“Selanjutnya dirumuskan kembali pada pembahasan perubahan anggaran keuangan ( PAK ),” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Irwan Bachtiar Rahmat dikonfirmasi menerangkan, Pemerintah Daerah Bondowoso berkomitmen untuk memperjuangkan nasib guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) serta seluruh masyarakat di tengah kondisi defisit anggaran yang ada.

“Kita semua tahu ya, kondisi fiskal Bondowoso sangat mepet. Sehingga kita masih otak atik, dan alhamdulillah kita sudah bisa menyisihkan untik bantuan pada Guru Paud,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Dalam R-APBD 2022 diketahui bahwa Pemerintah Daerah menghapus honor guru PAUD dan Bosda Madin.

Bahkan, dalam pandangan umum (PU) fraksi terhadap nota penjelasan Raperda APBD 2022 yang disampaikan, Selasa (14/12/2021) kemarin. F-PPP dan F-Golkar mendorong agar tetap ada dan dimasukkan dalam program kegiatan skala prioritas.

Karena menopang pencapaian visi misi Bondowoso dan target IPM (Indeks Pembangunan Manusia) 67.00 persen.(och)