Share

BONDOWOSO – Ledakan yang terjadi di Markas Brimob Kompi 3 Batalyon B Stabrimob Polda Jatim di Tenggarang, Bondwoso, siang tadi disebabkan oleh bahan baku mercon yang hendak dimusnahkan. Akan tetapi saat proses pemusnahan dilakuan terjadi ekplosif effect, di antaranya suara dentuman yang begitu keras terdengar hingga radius 4 KM. Akibtnya sejumlah rumah warga di sekitar Mako Brimob mengalami kerusakan.

Hal itu dibenarkan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi. Dia menjelaskan bahwa bahan mercon yang hendak dimusnahkan tersebut merupakan barang bukti dari kasus yang berhasil diungkap oleh Polres Bondowoso, Jum’at lalu (9/6). Total barang bukti tersebut 160 kg. Namun, saat terjadi ledakan, bahan mercon yang dimusnahkan baru 30 kg.

“Jadi berdasarkan SOP, bahan bukti Handak (bahan peledak) itu proses pemusnahannya kita serahkan ke ahlinya, dalam hal ini Brimob Bondowoso. Memang dari kegiatan dispolsal atau menjadikan bahan peledak itu tidak bisa dipakai lagi atau dimusnahkan terjadi eksplosif efek. Seperti terdengar suaranya,” ujarnya.

 

Baca Juga : Ada Ledakan di Markas Brimob, Sejumlah Rumah Rusak

 

Sementara sisa bahan peledak yang masih belum dimusnahkan, kata Taufik, rencannya akan dilakukan pemusnahan di lokasi yang lebih aman. “Ya nanti kita cari lokasi yang lebih aman,” tambahnya.

Terkait sejumlah rumah yang mengalami kerusakan seperti kaca rumah pecah, atap rumah ambrol, kata Kapolres Taufik, semuanya akan mendapatkan ganti rugi dari Polres Bondowoso.

Sementara itu, menurut keterangan sejumlah saksi ledakan yang terjadi di Markas Brimob ini terjadi sekitar pukul 12.30 WIB. Akibat ledakan ini, sejumlah rumah warga di RT 14 RW 8 dan RT13RW 5 mengalami kerusakan.

Sebelumnya diberitakan, Polres Bondowoso mengamankan 1,6 kwintal bahan peledak. Polisi juga membekuk dua pelaku yang diduga distributor bahan peledak itu. Bahan peledak ini rencananya akan digunakan sebagai mercon untuk dijual jelang perayaan idul fitri 2017. (och/esb)