Share

BONDOWOSO – Keberagamaan agama, ras, etnis, bahasa serta warna kulit dinilai sebagai sebuah kenyataan sosial. Untuk itu, jangan sampai keberagaman atau perbedaan ini dijadikan sebagai faktor yang mempertentangkan antara satu dengan yang lain. Namun, justru dengan keberagaman ini bisa dijadikan sebagai motivasi untuk berlomba-lomba dalam melakukan kebajikan.

Demikian disampaikan oleh Bupati Amin Said Husni saat Pengukuhan Forum Pembauran Kebangsaan (FPK), Selasa (18/7) di Pendapa Bupati.

Ia menjelaskan Kabupaten Bondowoso dianugerahi dengan keragaman yang sangat indah. Karena itu, masyarakat Bondowoso ini harus terus berupaya menjaga harmoni sosial, walaupun hingga saat ini kondisi di Bondowoso aman dan kondusif.

“Kita bersyukur di Bondowoso tidak pernah ada konflik horizontal, sosial maupun sara, serta gangguan kamtibnas yang disebabkan oleh SARA. Dan ini tentu tidak lepas dari komitmen bersama untuk menjaga harmoni sosial,” ujarnya.

 

Baca Juga : Radikalisme Tumbuh Subur, Ini Penyebabnya

 

Namun demikian, Amin mengingatkan agar masyarakat Bondowoso tidak boleh lengah dengan kondisi aman dan kondusif yang berlangsung di kota tape ini. Karena saat ini telah terjadi perkembangan yang cukup pesat dalam dunia teknologi informasi, khususnya media sosial. Terlebih, menurut Bupati, Medsos ini ibarat pedang bermata dua.

Media sosial di satu sisi sangat bermanfaat sebagai sarana silaturahmi, saling tukar menukar informasi, bahkan pekerjaan di kantor pun banyak terbantu dengan adanya media sosial. Tapi di sisi yang lain, perkembangan teknologi informasi ini, kata Bupati, bisa digunakan untuk menebar pesan-pesan yang tidak selalu baik. Bahkan, adakalanya pesan-pesan itu berupa hasutan, fitnah, hate speech, dan adu domba.

“Ini perlu dicermati, dan diantisipasi agar jangan sampai perkembangan teknologi ini justru memecah belah harmoni sosial yang sudah bagus di Bondowoso,” harapnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Forum Pembauran Kebangsaan, Prof, Dr, Drs, Sonic Pranoto, mengatakan, pihaknya akan terus menjaga dan mendukung harmoni sosial di Bondowoso. Apalagi, kondisi negara Indonesia saat ini sangat memprihatinkan dan membutuhkan kebhinnekaan.

“Karenanya kita sebagai warga Bondowoso khususnya, nanti FPK akan terjun ke lapangan untuk silaturahmi ke berbagai pelosok daerah. Karena kita ketahui bersama, semua ekstrim-ekstrim ini dimulai dari pelosok desa. Kita harus jemput bola kepada saudara-saudara di daerah. Di sinilah letaknya fungsi kita sebagai forum pembauran kebangsaan,” pungkasnya. (och)