Share

BONDOWOSO – Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga (Disparpora) Bondowoso, Harry Ptriantono mengungkapkan alasan kenapa pariwisata Bondowoso sulit terkenal. Salah satu penyebabnya adalah sulitnya menemukan hal positif tentang wisata Bondowoso di mesin pencarian google.

Harry menyebutkan, wisata Bondowoso di dunia maya mempunyai satu citra buruk, yaitu tentang beredarnya video hantu di pemandian Tasnan. Sampai saat ini info tersebut masih ditemukan dengan mudah di google.

“Coba buka google. Di pencarian ketik Bondowoso, yang muncul adalah Bondowoso kota hantu. Itu terkenal ketika banyak beredarnya video hantu di pemandian Tasnan dulu. Di dunia maya, sebutan kota hantu itu masih melekat bagi Bondowoso,” ungakap Harry di kantor kepala desa Glingseran, Wringin saat kegiatan jurnal wisata yang diadakan oleh ketua DPRD Bondowoso, Kamis (18/05/2017).

Hal itu sangat disayangkan oleh masyarakat, khususnya dirinya selaku kepala dinas pariwisata. Sebagai usaha untuk menghilangkan citra buruk itu, Harry meminta kepada jurnalis agar menggunakan potensinya untuk membuat berita positif tentang pariwisata Bondowoso.

“Agar julukan kota hantu bagi Bondowoso hilang, saya berharap besar terhadap media. Karena dengan media masalah tersebut bisa hilang,” ujarnya.

 

Baca Juga : Soal Pengembangan Wisata Rengganis, Ini Kata Ketua DPRD Bondowoso

 

Di kesempatan yang sama, ketua DPRD Bondowoso Ahmad Dhafir juga ikut prihatin atas kondisi itu. Dia menyebutkan bahwa promosi wisata bondowoso terletak pada jari – jari seorang jurnalis. Dhafir menghimbau kepada jurnalis agar bisa membumbui berita wisata Bondowoso agar menarik dan tidak membuat orang takut datang ke Bondowoso.

“Bagus dan tidak sebuah promosi tergantung pada jari wartawan. supaya citra wisata Bondowoso tidak negatif wartawan harus membumbui beritanya, agar bisa menarik perhatian orang banyak dan tak enggan akan mempunyai niatan untuk berwisata di Bondowoso,” harapnya. (abr/esb)