Share

BONDOWOSO – Calon wakil Presiden nomer urut 1, KH. Ma’ruf Amin mengunjungi Pondok Pesantren Manbaul Ulum, Tangsil Wetan, Bondowoso, Selasa (30/10). Kedatangannya disambut oleh Pengurus NU Kabupaten, termasuk Bupati Salwa Arifin.

Dalam kesempatan tersebut, Ia memohon pamit karena dirinya diangkat untuk mendampingi Joko Widodo sebagai calon wakil presiden RI. Oleh karena itulah, Ia mundur sebagai Rais Aam, dan karena menjadi calon, maka dirinya menjadi Mustasyar PBNU.

“Nah ini muncul, itu Kiyai Ma’ruf memang pengen jadi Wakil Presiden. Insyallah, tidak. Saya jadi Rais Aam pun sama,” tuturnya.

Menurutnya, majunya Ia sebagai cawapres ini merupukan keputusan dari PBNU. Karena, NU tidak meminta jabatan akan tetapi hanya menyiapkan kadernya.

 

Baca Juga : Malam Unjuk Gelar, Bupati Salwa Beri Penghargaan Pemuda Inspiratif

 

“Kalau Pak Jokowi mau silahkan ini. Ada Rais Aam, ada Ketua Umum Said Aqil Siraj, ada Ketua PKB yang NU, Ketua PPP, ada profesional Mahfud MD, dan lain-lain. Tau-tau Pak Jokowi nyemili saya. Apa kata PBNU, terima. Kiyai harus maju, kiyai-kiyai sepuh juga ,” terangnya.

Menurutnya, langkah ini, untuk membuka jalan, supaya ke depan nanti ada lagi, dari kalangan NU yang akan bisa menduduki posisi presiden atau wakil presiden.

” Alhamdulillah. Jadi saya bergeser dari jalur kultural menuju jalur struktural. Bisa saja Pak Jokowi memilih profesional, politisi, ahli ekonomi, ahli macem-macem. Tapi yang dipilih santri kiyai, artinya Pak Jokowi mencitai kiyai dan santri,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ia pun memberikan semangat kepada para santri. Agar menjadi santri itu tidak boleh kecil hati, rendah diri, dan tak pesimis. Melainkan, harus yakin bahwa hari depannya cerah. Karena, santri itu bisa jadi Kiyai, pengusaha, dan juga pejabat.

“Tinggal santri harus mempersiapkan diri, dan harus punya semangat yang tinggi,” pungkasnya.(och)