Share

 

BONDOWOSO – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan akan membebaskan lahan seluas 5 ha untuk memperluas TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) di Taman Krocok. Hal ini lantaran krisis lahan TPA yang tidak sebanding dengan pertumbuhan volume sampah di Bondowoso yang per hari mencapai 173 meter kubik.

“Kalau TPA  yang terletak di Desa Paguan Kecamatan Taman Krocok itu kan luasnya Cuma 1,6 hektar. Kalau kebutuhan kita ya 5 Ha idealnya,” ungkap Sudirman, Kepala DLHP, pada Memo Indonesia.

Ia menerangkan untuk membebaskan lahan tersebut pihaknya tidak bisa melakukan sekaligus karena keterbatasan anggaran. Namun, sampai sejauh ini, sudah ada sekitar 3,2 hektar lahan yang bisa dipenuhi dalam anggaran tahun 2016.9

“Sudah proses, bisa tanya ke Pak Camat, kan hanya tinggal berapa kekurangannya itu. Semua yang dibutuhkan itu kan 5 Ha. Untuk tahun  anggaran  2016, hanya bisa dipenuhi  3,2 hektar. Nah ini sekarang sisanya,” urainya.

Menurutnya, setelah pembebasan lahan 5 ha terpenuhi, maka selanjutnya Pemerintah Kabupaten Bondowoso akan mengajukan bantuan pembangunan  TPA ( Tempat Pemrosesan Akhir) kepada pemerintah pusat. Karena syarat untuk mendapatkan Pembangunan TPA dengan sistem sanitary Landfiil adalah kesiapan daerah untuk menyediakan lahan minimal 5 ha

“Rencana pengembangan lahan TPA yang baru berlokasi di desa  Sumberkokap Kecamatan Taman Krocok. Sementara ini kan di TPA yang lama luasnya hanya 1,6  hektar. Dari luas lahannya saja masih kurang (menampung sampah),” kata Sudirman.

Ia mengaku belum bisa memastikan target selesainya pembebasan lahan ini. Pasalnya, kekurangannya masih dalam proses pada tahun 2018.

“Ya, ndak tau ya. Ini sekarang yang jelas masih memenuhi kekurangan lahannya tahun 2018. Ya mungkin dari tahun 2019 baru diajukan. Mungkin itu,” pungkasnya.

Sementara itu, Yuni Dwi Sri Handayani, Kasubag Perencanaan dan Evaluasi, Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, menerangkan volume sampah di Bondowoso per hari mencapai 173 meter kubik. Kondisi ini tidak seimbang dengan luasan lahan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) yang hanya seluas 1,6 hektar. Ironisnya, dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi di Bondowoso, jumlah sampah masih diprediksi akan terus meningkat.

Sejauh ini, pihaknya telah berupaya untuk mengurangi timbunan sampah di TPA dengan cara membudayakan bank sampah di masing-masing RT. Selain itu kata Yuni, pihaknya juga membuat rumah kompos yang tersebar di beberapa titik di Bondowoso.(och)