Share

 

Ketua KPU Kabupaten Bondowoso, Hairul Anam

BONDOWOSO – Dalam rangka menarik minat masyarakat berperanserta untuk menyukseskan pemilihan bupati dan wakil bupati daerah pada 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bondowoso menggelar sayembara dengan melombakan pembuatan maskot dan jingle Pilkada. Lomba ini mulai digelar KPUD pada hari Rabu, tanggal 12 Juli 2017 hari ini.

“Pemenang lomba pembuatan maskot serta jingle akan diambil tiga orang pemenang untuk masing-masing kategori dan akan diumumkan saat launching Pilkada Bondowoso,” ujar Ketua KPUD Bondowoso, Hairul Anam, S.Pd yang didampingi Divisi Sosialisasi, Pendidikan dan Pengembangan Pemilih, Lilik Ernawati.

Untuk jadwalnya, lanjut Hairul Anam, akan dibuka pendaftaran sampai tanggal 30 Agustus 2017. Sedangkan pengiriman hasil karya akan berlangsung selama 12 hari sejak tanggal 1 s/d 12 September 2017. Untuk pengumuman pemenang tanggal 20 September 2017 dan aka dilaunching pada 18 November 2017.

Hairul Anam lebih lanjut mengatakan, bahwa sayembara pembuatan maskot dan jingle ini sebagai proses komunikasi, memberikan pengetahuan, melakukan persetujuan, memotivasi keinginan, melakukan praktik, serta mengajak orang lain untuk menggunakan hak pilih dalam Pilkada Bondowoso tahun 2018 mendatang.

“Sayembara dirancang sekaligus sebagai upaya memberikan citra terhadap proses pilkada serta membangkitkan aura yang positif bagi penyelenggara, peserta pemilu dan juga masyarakat Bondowoso,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Hairul Anam, Pilkada Bondowoso ini menjadi momentum yang baik untuk menghadirkan gebyar dan semarak untuk diketahui oleh masyarakat bahwa akan diselenggarakan Pilkada Bondowoso tahun 2018.

 

Baca Juga : Nelayan Pantai Pancer Protes Kebijakan Menteri Susi Pujiastuti

 

Sementara Divisi Sosialisasi, Pendidikan dan Pengembangan Pemilih, Lilik Ernawati menjelaskan terkait dengan syarat maskot memiliki kriteria khas Bondowoso dan berdesain warna dasar KPU dengan bersifat ramah, non partisipan, dinamis dan memotivasi orang menggunakan hak pilih.

Divisi Sosialisasi, Pendidikan dan Pengembangan Pemilih, Lilik Ernawati. (roy)

“Maskot dapat diaplikasikan di berbagai media baik cetak dan digital (animasi flash/GIF) atau dianimasikan di media film atau televisi serta diaplikasikan sebagai merchandise dan kostum untuk media sosialisasi atu promosi,” sambungnya.

Sehingga sayembara maskot ini kata Lilik Ernawati bisa mencerminkan citra Bondowoso menyemarakan pesta demokrasi agar berjalan damai dan santun. Keceriaan dan nilai energi positif maskot mampu menghadirkan sukacita euforia positif.

Sedangkan untuk jingle atau lagu, kata Lilik Ernawati, diperlombakan berdurasi 30 detik dan minimal menggunakan satu alat musik. Media jingle merupakan karya asli, akan lebih jika diserahkan nolasi balok atau angka dan menyertaka penjelasan singkat terhadap konsep jingle.

“Tentunya tanpa mengandung unsur ras dan agama yang menyinggung kelompok atau golongan tertentu. Setiap jingle dibuat format mp3 atau mp4. Setiap peserta dibatasi maksimal mengirim tiga karya untuk masing-masing kategori. Pemenang akan diambil tiga orang dan berhak memperebutkan hadiah total Rp 16,5 juta,” pungkasnya. (ron)