Share


BONDOWOSO – KPU Kabupaten Bondowoso melakukan penyempurnaan DPTHP 2. Dari hasil tersebut terjadi penambahan pemilih 276 orang.

DPTHP 2 yang ditetapkan pada 12 November 2018 lalu, yakni 598.741, setelah dilakukan penyempurnaan bertambah menjadi 599.017. Adapun rinciannya yakni, pemilih laki-laki sebanyak 288.052, dan pemilih perempuan adalah 310.965.

Amiruddin Makruf, Komisioner KPU Divisi Perencanaan dan Data, pada awak media, Rabu (12/12), mengatakan, penyebab bertambahnya pemilih tersebut lantaran adanya temuan pemilih yang masih belum masuk di DPT. Namun demikian, dari DPT yang ada itu juga sebenarnya terjadi pengurangan lantaran TMS (Tidak Memenuhi Syarat).

“Ya karena ada temuan, terus juga TMS itu karena ada ganda. Kalau TMS itu karena pengurangan. Kalau pemilih baru itu penambahan. Karena sebelumnya berarti tidak ditemukan,” ungkapnya.

Ia menerangkan setelah dilakukan penyempurnaan DPTHP2 ini, jika memang tahapan sudah ditetapkan sebagai DPT maka proses selanjutnya adalah Daftar Pemilih Tambahan (DPTTb).

 

Baca Juga : Deadline Bulan Tiga, Ketua DPRD Ingatkan RPJMD Jangan Setengah Matang

Namun jika berbicara potensi penambahan pemilih, kata Udin, jika melihat dari DPTHP2 menuju penyempurnaan ternyata ada potensipenambahan dan pengurangan.

“Namun setelah ini ditutup kenapa ini harus segera dikunci jadi DPT itu? Karena ini ada kaitannya dengan pemesanan surat suara. Insyallah, nanti pleno di KPU RI pada 15 Desember ini,” terangnya.
Menurutnya, masyarakat yang tidak masuk DPT, tetap memiliki hak pilih selama mempunyai E-KTP, yang selanjutnya pemilih ini masuk dalam daftar pemilih khusus. Hanya saja pemilih tersebut bisa mencoblos di kelurahan setempat, dengan jam mencoblos lewat dari pukul 12 siang, jika merunut pada pelaksaan Pilkada sebelumnya.

“Karena cadangan surat suara itu tidak terlalu besar hanya 2 persen dari seluruh DPT,” urainya.
Ditanya perihal kepemilikan E-KTP, Amiruddin menerangkan bahwa beberapa hari yang lalu pihaknya menyodorkan data ke DIspendukcapil terkait pemilih yang yang berpotensi memilih tapi tidak ber-E-KTP. Jumlahnya sekitar 150an.(och)