Share

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim berharap dana Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) pemilihan Gubernur (Pilgub) 2018 bisa selesai dalam minggu depan atau dua hari ke depan. Dengan begitu tahapan bisa segera dilakukan.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur Eko Sasmito khawatir tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018 akan terganggu jika anggaran tidak segera dicairkan. “Ya kita tunggu satu dua hari ini bagaimana. Semoga saja tidak (terganggu),” katanya.

Dia menjelaskan,masih menunggu Gubernur Jawa Timur Soekarwo pulang dari luar negeri untuk membahas Nota Perjanjian Hibah Daerah (NHPD). “Kita masih menunggu gubernur pulang,” ujarnya.

Karena anggaran belum cair, dikatakannya maka tahapan Pilgub Jatim yang sedianya dikerjakan sejak Juli masih tertunda. “Kalau mengundang teman-teman kabupaten/kota kan perlu uang.Jadi kita sekarang hanya konsolidasi internal saja,” katanya.

 

Baca Juga : Gus Ipul : Jatim Siap Songsong 18 Pilkada Tahun 2018

 

Informasi yang dihimpun,sampai sekarang masih ada perdebatan antara KPU Jatim dan Pemprov Jatim seputar draft naskah NPHD. Pemprov Jatim bersikukuh agar naskah tersebut tidak ditandatangani oleh Gubernur Jatim Soekarwo, cukup Kabiro Administrasi, Pemerintahan dan Otonomi daerah  Sekdaprov Jatim, Anom Surahno.

“Silahkan tanya Pak Anom kalau masalah itu.Pada prinsipnya besarannya sudah clear tinggal formatnya saja,” tukasnya.

Disisi lain, komisioner KPU Jatim lainnya Khoirul Anam menambahkan,KPU Jatim berharap agar paling lambat draft tersebut sudah ditandatangani paling lambat sebelum 31 Juli 2017.

“Kami berharap cepat selesai agar bisa menggelar tahapan pemilu,” ujarnya.

Sekadar diketahui, Pemprov Jatim menganggarkan dana Pilgub Jatim 2018 sebesar Rp 817 miliar. Anggaran itu untuk biaya sosialisasi calon, DPT dan logistik pemilu. (sga)