Share

BONDOWOSO – Komisi Pemilihan Umum Bondowoso telah menerima persyaratan berkas dukungan masyarakat dari 14 bakal calon anggota DPD RI daerah pemilihan Bondowoso. Kemudian selanjutnya, KPU akan melakukan verifikasi faktual terhadap berkas dukungan masyarakat.

Komisioner KPU Divisi Hukum, Junaidi, mengatakan, dalam Sistem Informasi Perseorangan Peserta Pemilu (SIPPP) ada 34 senator yang terdaftar. Namun yang masuk di dalam daftar wilayah Bondowoso, ada 14 calon DPD RI.

“Ada 34 orang yang sudah mendaftar, tapi untuk kabupaten Bondowoso itu sesuai SIPP kita itu ada sekitar 14,” terangnya.

Lebih jauh, Junaidi mengatakan dalam pendaftaran calon DPD itu  yang menangani secara keseluruhan adalah KPU Provinsi. Sementara KPU Kabupaten/kota hanya menerima berkas dan melakukan verrifikasi faktual.

“Jadi sebaran berkas itu harus tersebar di 50 persen kabupaten/kota, jadi di Jawa Timur itu ada sekitar 19 kabupaten/kota,” terangnya.

Ia menguraikan bahwa dalam verifikasi faktual ini pihaknya akan mengecheck hard copy dukungan berupa E-KTP, kemudian data ganda internal dan eksternal.

Baca Juga : Harkitnas, Bupati Amin: Jauhkan Dunia Digital dari Anasir Negatif

“Ganda internal itu jadi seperti mereka yang masuk PNS, belum 17 tahun. Kalau eksternal itu satu KTP mendukung dua calon,” paparnya.

Namun demikian, dalam verifikasi faktual ini pihaknya hanya bisa menyatakan MS (Memenuhi Syarat) dan BMS (Belum Memenuhi Syarat)

“Kemudian kita nyatakan MS (Memenuhi syarat) atau BMS (Belum Memenuhi Syarat). Tapi perbedaannya kalau parpol itu kami punya hak untuk menyatakan TMS, kalau di calon DPD RI ini KPU Provinsi yang berhak menyatakan TMS,” tambahnya.

Ia memperkirakan verifikasi faktual DPD RI selesai pada akhir Mei 2018.

Adapun beberapa nama calon DPD RI yang telah menyampaikan klarifikasi dukung ke KPU Bondowoso, di antaranya, Achmad Nurul Ilmi, Andi Yuwono, Azis Hermanto, Achmad Rusyad Manfaluti, Abdul Qadir Amir Hartono, Evi Zainal Abidin, Ahmad Mujahid Anshori dan Abdul Qadir Amir Hartono.

Selain itu juga Sigit Prawoso, Ahmad Mujahid Anshori, Agus Patminto, La Nyalla Mahmud Mattaliti, A. Syaiful Ismail, Adilla Azis, Mashudi serta Nadjib Hamid. (och)