Share
Kepala Kantor Perwakilan KPPU Surabaya Aru Armando saat dikantornya,Kemarin

SURABAYA – Menjelang puasa dan lebaran, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Surabaya akan terus mengawasi pergerakan sembilan harga pokok termasuk dua komoditas yakni bawang putih dan telur ayam ras. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Perwakilan KPPU Surabaya Aru Armando tadi pagi.

Menurutnya, secara umum stok komoditas di Jawa Timur aman dan harga stabil. Namun, ada dua komoditas yakni bawang putih dan telur ayam mengalami peningkatan harga yang dinilai cukup tinggi. “Bawang putih di awal bulan Rp 35.000 per kilo, sekarang Rp 60.000 per kilonya. Sedangkan telur ayam sebulan yang lalu satu kilo Rp16.000, hari ini Rp22.500,” ujarnya tadi pagi.

Aru Armando mengungkapkan, hasil surve yang dilakukan pihak KPPU di seluruh daerah di Jawa Timur tentang kenaikan bawang putih memang luar biasa. “Kami pernah menemukan di daerah, harga bawang putih itu mencapai Rp 80 ribu rupiah, dan untuk surabaya ini harga yang kami temukan Rp 60-65 ribu rupiah perkilo,”ungkapnya.

 

Baca Juga : PA-PD Jember Belajar Bareng Tingkatkan Kapasitas

 

Aru Armando lebih lanjut mengatakan, menyatakan KPPU saat ini tengah menyelidiki penyebab naiknya harga dua komoditas tersebut. Komoditas telur lebih mudah diselidiki karena memiliki sentra di Blitar. Berbeda dengan bawang putih yang sebagian besar impor dari China, India, dan Thailand. Dia memperkirakan masalah terjadi di rantai distribusi yang panjang. “Kalau untuk bawang putih, importir di kumpulkan. Tidak bisa serta merta dibilang ada persaingan, masih dicari (permasalahnnya, red) sampai sekarang,” ujarnya lebih lanjut.

Aru Armando menambahkan, apabila masalah berada pada distribusi yang panjang, solusinya adalah memotong rantai distribusi. “Pemerintah pusat maupun pemerintah daerah diharapkan bisa memberikan subsidi transportasi untuk pengiriman komoditas pangan. sehingga harga yang diterima konsumen tidak terlalu mahal,” pungkasnya.(sga)