BONDOWOSO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso menahan dua kepala sekolah di wilayah setempat karena tersandung korupsi block grant pelaksanaan tahun 2018.

Dua kepala sekolah tersebut, yakni Kepala SMPN 1 Pakem HRS (HARSANA) dan Kepala SDN Sukorejo, Sumberwringin AP (AGUS PRAYITO).

Kajari Bondowoso Hj Unaisi Hetty Nining SH MH, mengatakan, penahanan itu dilakukan setelah sidang putusan hakim pengadilan Tipikor Surabaya yang digelar secara online Selasa (28/4/2020).

“Terdakwa HRS diputus 1 tahun 3 bulan. Sedangkan AP diputus 1 tahun,”katanya.

Ia membeberkan terdakwa masih diberi waktu untuk melakukan banding selama dua minggu kedepan.

 

Baca Juga : Ini Kriteria Penerima BLT Dana Desa Untuk Penanganan Covid-19

 

Adapun, kata Unaisi, putusan AP lebih ringan karena yang bersangkutan mengembalikan kerugian negara seluruhnya.

“Kerugian negara untuk AP berjumlah Rp 72,1 juta. Sedangkan HRS mencapai Rp 129,7 juta. AP telah mengembalikan seluruh kerugian negara tersebut. Sedangkan HRS hanya mengembalikan sebagian,”katanya.

Kasi Pidsus Wahyu Prasetyo mengatakan, keduanya awal kali menjalani sidang di Pengadilan Tipikor Surabaya. Ketika pemberlakuan Sidang Vidcon, terdakwa cukup datang ke Kantor Kejaksaan Bondowoso.

“Saat ini (Red :Kemarin) sudah putusan. Berikutnya terdakwa kami tahan,” jelasnya.

Dijelaskan, tersangka selama ini tidak ditahan. Sebab untuk upaya pengendalian negara. Terbukti Kejaksaan Negeri Bondowoso, berhasil mengupayakan terdakwa untuk mengembalikan kerugian negara. (Och)