Share

 

BONDOWOSO – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bondowoso menggelar Workshop Peningkatan Kualitas Pelatih dan Penerapan IPTEK Olahraga, di Hotel Palm.

Selama dua hari, Jum’at (21/12) hingga Sabtu (22/12), pelatih dan pengurus dari berbagai cabang olahraga di Bondowoso mendapatkan pemaparan dan materi perihal pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kapasitas dan kualitas para atlet.

Edy Minarto, Penyaji dari Universitas Negeri Surabaya, mengatakan, penerapan iptek dalam olahraga perlu dipahami oleh pelatih dan pengurus. Agar dalam menangani atlet, pelatih tidak menerka-nerka, dan tidak menggunakan tradisi lama atau melatih dengan cara konvensional.

Di samping itu, penanganan olahraga prestasi harus didukung oleh semua unsur. Khusus penerapan teknologi, yakni berkaitan dengan pengembangan biomotoriknya.

“Kalau mau bagus lagi, tadi sudah saya sampaikan, kalau pelatih dikumpulkan semua, bagaimana peningkatan kondisi fisik khusus pelatih. Bagaimana penerapan Iptek, khusus pelatih dan pengurus. Semuanya akan akan bisa saling mendorong dan mengoreksi,” terangnya.

Ia membenarkan bahwa memang dalam pemanfaatan teknologi di olahraga tidak merata dilaksanakan oleh semua kabupaten/kota dengan alasan anggaran. Hanya saja, kabupaten/kota bisa melakukan kerjasama dengan universitas yang menyediakan teknologi dimaksud.

“Contohnya Unesa yang punya Sport Science Center. Itu bisa digunakan siapa saja kabupaten/kota yang mau,” ungkapnya.

Noer Sucahyo, Ketua Koni Kabupaten Bondowoso, mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan juga untuk persiapan pelaksanaan Porprov 2019 mendatang. Sekaligus, untuk membentuk dan membina atlet berprestasi. Pasalnya, pelatih menjadi ujung tombak dalam mempersiapkan atlet-atlet.

“Secara umum mendapatkan Iptek keolahragaan yang sebenarnya ini, seperti kata Pak Selamet, sepele tapi itu perlu. Termasuk piskologi dan lain-lain,” ungkapnya.

Ke depan, kata Noer, pihaknya akan melakukan kegiatan serupa secara berkala terhadap pelatih. Tentu bekerjasama dengan Unesa.

“Kita akan lihat dulu, kerjasama dengan Unesa. Karena Unesa yang punya ilmu dan teknologi keolahragaan,” tutur Noer.

Selamet Yantoko, Ketua Perbasi (Persatuan Basket Seluruh Indonesia) Kabupaten Bondowoso, mengatakan, apresiasinya terhadap workshop tersebut. Karena, ada banyak point penting yang didapat di dalam membina cabor dan atlet.

“Harapan kami berikutnya, kegiatan seperti ini bisa lebih banyak dilakukam secara per semester, dan per cabor,” ungkapnya laki-laki yang juga Kabag Organisasi Pemkab Bondowoso itu.

Pantauan di lapangan, ada sekitar 125 pelatih dan pengurus dari berbagai cabang olahraga yang turut dalam kegiatan tersebut. (Och)