SURABAYA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur merencana program Pusat Latihan Daerah (Puslatda) Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Paupua, Irian Jaya. Demikian dikatakan Ketua Harian KONI Jatim, M Nabil saat meninjau persiapan rapat anggota yang dilaksanakan tanggal 11- 12 Juli 2017 di Hotel Mercure Surabaya, tadi siang.

Menurutnya, berjalan tiga bulan sejak pelantikan pengurus, agenda beberapa kegiatan KONI Jatim sudah dilaksanakan. Hanya saja, ke depan yang lebih terpenting adalah agenda setting program Puslatda.

“Rapat anggota KONI Jatim nanti, juga mengevaluasi program periode kepengurusan tahun kemarin, juga laporan kegiatan usai pelantikan sampai per 30 Juni 2017. Semua program bidang KONI Jatim, harus berorientasi pada PON 2020,” katanya.

Untuk itu, dijelaskannya, program KONI Jatim ke depan pada rapat anggota akan diserahkan kepada pakar olahraga Jatim Prof Toho Cholik, sebagai pembicara yang akan menjelaskan semua program. Yakni, seleksi atlet dan pemberdayaan pelarih.

“Harus kita mulai dari sekarang. Agar design Puslatda menuju PON 2020 tidak menemui kesulitan,” jelasnya.

 

Baca Juga : Khofifah Bisa Daftar Cagub Dari DPP PDIP

 

Mengenai soal atlet yang mengikuti Puslatda,Diungkapkannya, KONI Jatim tetap memberikan prioritas bagi atlet peraih medali, namun tidak menutup kemungkinan atlet lapis kedua secara periodik akan diberikan pendidikan dan pembinaan. Tentu saja, pembinaan dan peningkatan prestasi bagi atlet lapis kedua, akan dilakukan pendataan agar pihak pengurys provinsi (pengprov) cabang olahraga (cabor) mendorong atlet untuk rutin mengikuti kejuaraan bagi lokal regional, nasional bahkan international.

“Ini salah satu pemberdayaan atlet lapis kedua atau atlet yang tidak mendapatkan medali PON lalu,” ungkapnya.

Untuk para pelatih, ditambahkannya pada Mei lalu sampai pertengahan Juni, pihaknya sudah melakukan pendataan ulang bagi seluruh pelatih di semua cabor untuk dilakukan tes kompetensi. Paling tidak, sebelum para atlet memasuki Puslatda para pelatih juga terlebih dahulu menjalankan tes kompetesi.

“Ya sebelum pelaksanaan PON, KONI Jatim juga merencanakan program sertifikasi pelatih yang profesional,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, rapat anggota tahunan KONI Jatim 2017 direncanakan dibuka oleh Gubernur Jatim Soekarwo pada, Selasa malam (11/7).Rapat yang akan digelar selama dua hari (11- 12 Juli 2017) diikuti oleh 54 pengprov cabor. Setiap cabor akan diwakilkan dua utusan.(sga)