SURABAYA – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Surabaya bersama Polsek Karang Pilang, Surabaya berhasil mengulung komplotan pembuat dan pengedar uang palsu (upal) di Surabaya.

Para tersangka ini yaituSiti Solehah adalah seorang residivis (31) warga Desa Pandian, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan bertempat tinggal di Jalan Kedung Rukem Gang VII Surabaya. Yuni (50) warga Jalan Surtikanti 1 No 14,RT 05,RW 10, Kelurahan Sidotopo, Kecamatan Semampir, dan Mala Herlina (49 ) warga Jalan Bulak Rukem 7 A No 11, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir.

Kapolrestabes Surabaya Kombespol Mohammad Iqbal mengatakan, Komplotan pengedar upal ini berhasil digulung berawal dari informasi masyarakat kalau ada pengedar uang palsu dipasar-pasar tradisional di Surabaya dan berkat kerja sama yang baik antara Satreskrim Polrestabes Surabaya bersama Unit Reskrim Polsek Karang Pilang.

“Kami apresiasi atas keberhasilan ungkap kasus uang palsu yang sudah beredar di Kota Surabaya berjumlah puluhan juta rupiah ini,” katanya di Mpolrestabes Surabaya.

Kasus ini, diungkapkannya melalui penyelidikan dan pengembangan yang cukup lama,lebih dari 25 hari yang lalu.Berawal dengan ditangkapnya otak di balik pembuatan upal ini.

“Yang kami amankan pertama kali adalah Siti Soleha sebagai otak di balik kasus ini. Siti Soleha yang bekerja sebagai wanita penghibur dunia malam ini kami amankan saat berada di pinggir jalan Kedinding Lor dekat ATM Bank Mandiri. Selain membuat, Siti juga mengedarkan. Sementara Tuni dan Mala membeli dari Siti dan diedarkan.Tuni dan Mala membeli upal dari Siti dengan perbandingan 1:3. Praktiknya, Tuni dan Mala biasa membeli Rp 1,5 juta upal dengan uang asli sebesar Rp 500 ribu,” ungkapnya.

 

Baca Juga : Pemilik Senpi Ilegal Ditangkap Polisi

 

Dijelaskannya, dalam pembuatan uang palsu pecahan Rp10 ribu, Rp20 ribu, Rp50 ribu, dan Rp100 ribu,baik itu uang model lama maupun baru hanya dengan melihat dan belajar dari tutorial di youtube. Caranya, tersangka membeli mesin printer yang bisa digunakan untuk foto copy uang asli. Begitu uang sudah di foto copy dengan jumlah banyak, tersangka menggunting uang yang sudah jadi satu persatu kemudian tersangka menempeli uang kertas palsu dengan kertas kado warna ungu sebagai pengganti pita supaya uang palsu tersebut menyerupai uang asli.

“Tersangka ini membuat uang palsu di Bangkalan, Madura.Dalam sehari bisa mencetak uang sebesar Rp2 juta hingga Rp3 juta. Kalau sudah jadi, uang palsu baru diedarkan di pasar tradisional,” jelasnya.

Sementara itu, Siti Soleha mengaku aksi pembuatan dan mengedarkan upal ini sejak 2 bulan laludari Bulan r
Ramadan 2017, dikarenakan tempat ia bekerja didunia hiburan malam tutup.

“Saya lakukan ini (membuat upal, red) sejak awal Ramadan karena tempat kerja saya tutup. Saya butuh biaya hidup untuk menghidupi 3 anak saya, pak,” akunya di depan penyidik.

Dari penangkapan komplotan ini, ditambahkannya, polisi berhasil menyita barang bukti (BB) diantaranya, uang tunai Rp 287.000, 1 unit printer warna putih, 1 buah cader, 1 buah gunting, 1 buah lem fox, sisa kertas hvs, sisa kertas kado warna ungu, uang kertas palsu pecahan Rp 100.000 sebanyak tiga lembar, uang kertas palsu pecahan Rp 50.000 sebanyak 61 lembar, uang pecahan palsu Rp 20.000 sebanyak 4 lembar, uang palsu pecahan Rp 10.000 sebanyak 10 lembar dan uang palsu pecahan Rp.10.000 sebanyak 19 lembar belum dipotong dan 1 unit hp sebagai alat komunikasi.

“Ketiga tersangka kini harus mempertanggung jawabkan perbuatannya serta ketiga tersangka kita kenakan Pasal 244 KUHP dan atau 245 KUHP dengan ancaman kurungan penjara 15 tahun,” pungkasnya.(sga)