BANYUWANGI – Empat tersangka pelaku 13 Pencurian Kendaraan Bermotor (Curanmor) yang diamankan beberapa waktu lalu di wilayah hukum Polres bumi Blambangan merupakan komplotan dari berbagai daerah, dua tersangka di antaranya dari luar Banyuwangi.

Beberapa tersangka utamanya ialah Muhammad Arivianto (23) asal Desa Mingas, Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo dan Sulaiman alias Maman (29) warga Possumur Rt II Rw V Desa Bengkak, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi, Jawa Timur.

 

Sedangkan tersangka yang dijerat dengan pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), Samsul Hadi (34) Kampung Sokparse, Desa Wringin Anom, Kecamatan Asembagus, Kabupaten Situbondo dan Abdul kholik (35) warga Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi.

Kapolres Banyuwangi, AKBP Agus Yulianto menyampaikan, dari keempat tersangka didapatkan 13 kendaraan bermotor dan tiga STNK berhasil diamankan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat. Dia menyebut 13 motor diamankan dimungkinkan akan terus berkembang, karena sejauh ini baru terdapat empat laporan yang masuk dari Polsek.

“Kita sebarkan kepada masyarakat nomor rangka dan nomor mesinnya. Jadi bagi korban yang merasa kehilangan sepeda motor agar dapat mengecek STNK yang ada apakah sesuai dengan kendaraan yang ada di Polres. Atau mungkin juga ada yang dari daerah lain kita akan koordinasi dengan Polres-polres jajaran, kemungkinan ada tidak laporan polisi yang disana sesuai dengan kendaraan yang ada disini,” kata Kapolres Agus dalam pernyataan persnya di Mako Polres Banyuwangi, Jumat (4/8/2017).

Untuk saat ini, sambung AKBP Agus, anggota Satreskrim mengidentifikasi bahwa empat tersangka tersebut adalah kelompok Curanmor. Sedang dalam menjalankannya mereka berbagi tugas.

 

Baca Juga : Tim Taring Polsek Tegalsari Tindak Penjahat Jalanan

 

“Ada yang sebagai pemetik, penadah dan penjual, dari keterangan tersangka sepeda motor akan dijual pada pembeli atau pemesan. Sejauh ini belum ada indikasi yang mengarah pada sindikat, namun akan terus kita kembangkan. Selanjutnya berdasar keterangan tersangka mereka beroperasinya di sekitar wilayah Banyuwangi, akan tetapi dari LP Polsek data kendaraannya baru empat. Nah, kemungkinan ada yang dari daerah lain,”  terangnya.

Sementara itu, modus operandi yang dilakukan menyasar sepeda motor yang tidak dikunci stang setelah itu didorong dari TKP.

Di sisi lain, proses penangkapannya merupakan hasil penyelidikan anggota Satreskrim, sehingga keempat tersangka bersama barang bukti (BB) dapat diamankan.

“Penangkapannya, anggota sudah lidik dalam waktu yang lama. Kemudian dari LP kendaraan yang dilaporkan hilang kita data. Dari laporan, kendaraan tersebut ada di Asembagus, kemudian kita coba cek, sehingga tertangkaplah keempat tersangka dengan beberapa BB berupa tiga lembar STNK,” ucapnya. (mam)