SURABAYA – Komisi E DPRD Jawa Timur berjanji akan mengevaluasi kinerja Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim terkait keterlambatan dalam pengadaan baju seragam sekolah secara gratis.Pasalnya, ide awal pengadaan tersebut untuk meringankan beban orangtua setelah ada beban bayar Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP).

Anggota Komisi E DPRD Jatim, Mochamad Eksan menggungkapkan ide awal pemberian seragam sekolah gratis dua stel pasca pelimpahan kewenangan pengelolaan SMA/SMK se Jatim dari Kab/kota dengan harapan untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas sekolah yang ada se Jatim tanpa terkecuali.Namun karena jumlah sekolah yang menjadi tanggungjawab Pemprov Jatim jauh lebih besar dibandingkan anggaran yang ada, maka diputuskan ditarik SPP. Namun untuk besarannya ditentukan oleh Peraturan Gubenur (Pergub).

“Awal kita memberikan seragam gratis tentunya untuk meringankan orangtua siswa. Tapi kenyataannya pengadaannya baru dilakukan pada 15 Juli ini, di mana anak-anak sudah masuk sekolah,” ungkapnya.

 

Baca Juga : 4 Perlintasan KA di Jalan Ahmad Yani Resmi Ditutup Permanen

 

Menurut politisi asal Partai Nasdem ini,artinya pengadaan tersebut tak terserap alias mubazir. Padahal dana yang dialokasikan besar Rp 61,7 miliar.

“Ya nanti waktu pembahasan Perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) 2017, akan kita tanyakan itu semua,” ujarnya.

Ketua Komisi E DPRD Jatim, Agung Mulyono mengaku kaget dengan pemberitaan tersebut. Ini karena sejak awal dirinya ingin masyarakat tidak terbebani di tengah kondisi ekonomi seperti ini, dengan cara memberikan dua stel seragam sekolah secara gratis.

“Tentunya akan kita evaluasi dimana letak kesalahannya. Karena justru pengadan baru dilakukan setelah siswa mulai masuk sekolah,” katanya.(sga)