SURABAYA – Kloter 83 dari jamaah haji Debarkasi Surabaya mendarat di Bandara Juanda, kemarin pagi pukul 06.15 Wib. Kloter ini menjadi kloter penutup pemulangan jemaah Debarkasi Surabaya. Namun hingga pemulangan terakhir jemaah asal Jatim itu ada 8 jemaah yang terpaksa ditinggal di Mekkah.

Sekertaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Surabaya, Faridul Ilmi mengatakan jemaah yang terpaksa tinggal di Mekkah dikarenakan sakit dan membutuhkan perawatan.

“Ada delapan jemaah kami yang terpaksa tertahan di Mekkah karena sakit. Mereka opname di Rumah Sakit,” katanya.

Diungkapkannya, mereka yang dirawat karena penyakit usia lanjut. Ada yang karena hipertensi, diabetes, hingga stroke.

 

Baca Juga : Asman Abnur : Command Centre Polrestabes Surabaya Standar Internasional

 

“Mereka akan terus diupayakan perawatan hingga sembuh. Ada petugas dari panitia yang mendampingi mereka. Biaya Perawatan ditanggung panitia dan asuransi,” ungkapnya.

Menurutnya, jemaah asal Debarkasi Surabaya yang sempat dirawat sebanyak 44 jemaah. Namun sebagian dari mereka sudah dinyatakan sembuh dan dipulangkan bersama kloter pemulangan berikutnya.

Karena sudah tidak ada kloter penerbangan lagi, ditambahkannya khusus pemulangan jemaaah haji, mereka delapan yang sakit jika sembuh akan diterbangkan melalui pesawat komersial biasa.

“Mudah-mudahan mereka cepat sembuh. Nanti ada panitia yang menjemput hingga diantarkan ke Asrama Haji Sukolilo. Keluarga menjemput di asrama,” pungkas perempuan yang juga menjabat Kabid Haji dan Umrah Kemenag Jatim ini.

Sekedar diketahui, jemaah haji asal Jatim tahun ini meningkat. Di tahun 2016, jumlah jemaah haji sebanyak 28.474 jemaah dengan 64 kloter. sedangkan tahun ini, total jemaah haji sebanyak 35.270 orang. Terbagi 83 kloter. Berikut identitas dan asal jemaah haji Debarkasi Surabaya yang tertinggal di Mekkah:
1. Kusnan Mustam Umar kloter 1 Kab. Kediri (serangan jantung) – KKHI Mekkah
2. Moh. Muhtar Abdulloh kloter 4 Kab. Kediri (heat stroke) – RSAS King abdullah
3. Suatim Marsait Dolah kloter 41 Kabupaten Malang (headstroke)
4. Kasijadi Zaenal Fatah Abdul H kloter 47 kabupaten Pasuruan (cardiovascular)
5. Nurbuna munali bahet kloter 54 Lumajang (perforasi/gangguan usus)
6. Mami Lasiman Djamal kloter 73 Sidoarjo (kondisi lemah)
7. Ali Murtadho kloter 75 Jombang (CVA+gangguan menelan)
8. Kasiyanto Wiro Darinten kloter 75 Jombang (post CVA). (sga)