JEMBER – Kelompok 6 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Moch Sroedji (UMS) Jember sudah tiba di Desa Glagahwero, Kecamatan Panti, dan akan berada di desa selama 30 hari dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kolompok ini berkomitmen akan membantu masyarakat, menghidupkan gotong royong dan memaksimalkan potensi yang ada di desa.

Hal itu disampaikan Ketua Kelompok 6, Dyah Ayu Safitri usai melakukan Minggu Bersih bersama warga. Menurutnya, dalam waktu yang tergolong singkat itu dia bersama anggota kelompoknya akan fokus bagaimana memanfaatkan potensi lokal dalam pengelolaan sumber daya yang diharapkan mampu menghasilkan nilai penghasilan lebih bagi warga Desa Desa Glagahwero.

“Setelah kami survei Desa Glagahero merupakan desa yang memiliki banyak potensi, khususnya bidang pendidikan dan kesehatan, serta kewirausahaaan,” ujar Ketua Kelompok 6, Dyah Ayu Safitri kepada Memo Indonesia.

Menurutnya, ada beberapa potensi yang harus mendapat perhatian dan pendampingan lebih. Diantaranya budidaya ikan dan jamur, serta pengrajin anyaman bambu. Selain itu juga ada sumber air bersih yang milik pemerintah desa yang dibangun melalui program Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas). Program ini sudah berjalan lama dan perlu terus dikembangkan secara maksimal.

“Sejak pemerintahan Kades Suryo, program ini mengalami kemajuan yang pesat hingga menjadi desa terbaik dalam penyediaan meteran dan mendapat apresiasi dari pendamping Pamsimas itu sendiri. Sekarang sudah terealisasi sebanyak 250 meteran dan menjadi desa terbaik dari 30 desa penerima Pamsimas dari kementerian desa,” tambahnya.

Baca Juga : 33 SMA/MA di Bondowoso “Numpang” UNBK

Untuk itu, perempuan berjilbab yang akrab disapa Dey ini mengatakan, dari semua potensi yang ada ini kemudian dibuatkan program-program kerja yang dapat membantu pemerintah dan masyarakat desa setempat dalam mengembangkan potensi-potensi yang selama ini masih kurang berkembang.

“Kami sangat bersyukur ditempatkan di Desa Glagahwero yang aparatur desanya sangat responsif dan antusias dengan kedatangan kelompok 6, sehingga program-program langsung didukung,” sambungnya.

Dey lebih lanjut mengatakan, begitu juga warga sangat antusias, dan ramah, sehingga akan memudahkan menumbuhkan rasa dan semangat gotong royong di desa yang saat ini mulai pudar.

“Alhamdulilah, semua program didukung Kepala Desa dan perangkatnya. Begitu juga warga sangat antusias dan ramah, itu terlihat saat kami melakukan Minggu Bersih bersama aparat desa dan warga. Semoga senantiasa memberi manfaat yang berkelanjutan meski kami sudah tidak berada di Desa Glagahwero,” pungkasnya. (umam)