Share

BONDOWOSO – Kini sudah tak ada lagi desa tertinggal di Bondowoso. Ini dapat dilihat dari indeks desa membangun (IDM) masing-masing desa, serta beberapa indikator yang sudah ditentukan lainnya.

“”Desa berkembang juga berkurang. Baik ke status desa maju,” demikian diterangkan oleh Andiono, Koorkab tenaga pendamping profesional (TPP), dikonfirmasi Kamis (26/5/202) kemarin.

Ia menerangkan dari 209 desa yang ada, hingga Kemarin (26/5/2022) sudah ada 157 desa yang menginput data terkait status desa ini. 111 diantaranya sudah terverifikasi oleh pusat.

Berdasarkan verifikasi tersebut, diketahui bahwa jumlah desa mandiri sebanyak 12, kemudian desa maju sebanyak 57 serta desa berkembang sebanyak 42 desa.

Dari data tersebut, maka status desa di kota tape ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya. Mengingat desa mandiri pada tahun sebelumnya hanya 6 desa saja, kemudian desa maju sebanyak 74, serta 129 desa berkembang.

“Kalau desa tertinggal dari tahun kemarin sudah nihil,” imbuhnya usai mengikuti acara peningkatan kapasitas TPP.

Baca Juga : Sejumlah Sapi di Bondowoso Terpapar PMK, Begini Kata Disnakkan

Ia melanjutkan, bahwa pendampingan yang dilakukan ini tentu juga bagian dari bentuk positif dalam meningkatkan status desa tersebut.

Karena, menurutnya salah satu tugas yang harus dilakukan oleh pendamping adalah melakukan pendampingan, terhadap proses-proses perencanaan hingga pelaksanaan hingga pelaporan kegiatan di desa. Walaupun demikian mereka bukan sebagai pelaksana.

“Kami hanya mendampingi proses-proses itu,” pungkasnya.(och)