Share


BONDOWOSO– Sedikitnya ada enam persolan penting yang menjadi pekerjaan rumah Pemerintah Daerah Bondowoso. Enam PR tersebut dijabarkan oleh Bupati Salwa Arifin saat membuka pelaksanaan Sekolah Desa 4.0 di Universitas Jember Kampus Bondowoso EDC, Kamis (25/10).

Adapun pekerjaan rumah yang dimaksud yakni , pertama, cakupan air bersih sebagai kebutuhan utama masyarakat masih berada di angka 58 persen. Kemudian, faktor-faktor penyebab stunting yang belum terindifikasi secara jelas. Sehingga, pemerintah daerah belum dapat merumuskan kegiatan yang lebih fokus dalam penangan stunting.

“Indeks sanitasi yang masih jauh di bawah rata-rata Jawa Timur,” tuturnya.
Bupati Salwa mengatakan bahwa problem kesehatan lingkungan, pola hidup sehat, kebebasan sesuai standar gizi masih belum menjadi budaya masyarakat, juga menjadi PR dari pemerintah daerah.

Sementara itu, juga terdapat permasalahan pendidikan yakni masih rendahnya rata-rata angka lama sekolah yang berada di kisaran 5,65 tahun.

“Tapi alhamdulillah baru-baru ini, dalam rangka meningkatkan angka rata-rata lama skeolah, melalui Getar Desa dapat penghargaan dari Pemprov Jatim,” ungkapnya.

Terakhir yakni masih belum terkelolanya potensi alam, wisata alam, perkebunan, pertanian. Keadaan saat ini dikelola ala kadarnya. Padahal potensi ini, kata Bupati Salwa, jika dikembangkan akan menciptakan lapangan pekerjaan , dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Oleh karena itulah, Bupati Salwa menuturkan kebanggaanya karena Bondowoso kembali lagi mendapatkan kesempatan menjadi lokasi program pengabdian masyarakat dari jajaran civitas Universitas Jember. Yang pada kali ini, Unej menginisiasi sebuah program sekolah desa pada pemerintah desa di Bondowoso.

“Harapan saya, beberapa catatan ini bisa menjadi referensi dalam menyusun proposal sebagai bagian out put dari sekolah desa yang akan dilaksanakan,” pungkasnya.(och)